Basarnas resmi menyerahkan jenazah korban kedua kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500, seorang perempuan, kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Evakuasi korban ini memakan waktu lama karena terkendala cuaca buruk dan medan yang ekstrem.
Direktur Operasi Basarnas RI Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan jenazah korban kedua kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500 tiba di Biddokes Polda Sulsel pada pukul 22.40 Wita. Setelah tiba, selanjutnya, Basarnas menyerahkan jenazah korban tersebut.
"Ini korban kedua yang kita temukan pada hari Senin sore pukul 14.25 Wita di kedalaman jurang sekitar 500 meter. Ini korban yang kedua," ujarnya saat jumpa pers di Biddokes Polda Sulsel, Selasa (20/1).
Advertisement
Brahmantyo mengatakan evakuasi dua jenazah korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500 dilakukan selama dua hari. Tim SAR gabungan bejibaku mengangkat korban dari lereng ke puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
"Tadi pukul 17.15 Wita, jenazah baru bisa sampai di puncak. Jadi, kita semua sudah tahu kondisi medan yang membuat proses evakuasi menjadi berat. Dan hampir sejak ditemukan sampai dengan tadi siang, kondisi di lapangan diguyur hujan deras," kata dia.
Setelah berhasil dievakuasi ke puncak Gunung Bulusaraung, jenazah korban kedua ini selanjutnya dibawa ke Posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep.
"Dari Tompo Bulu kita geser ke Polda. Sampai dengan tadi, sekitar pukul 22.45 Wita, jenazah kami serahkan ke tim DVI dari Polda untuk dilanjutkan proses identifikasi," tuturnya.
Advertisement
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Didik Supranoto mengatakan tim DVI telah menerima satu kantong jenazah korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500 dari Basarnas. Didik mengatakan kantong jenazah tersebut sebelumnya telah diterima di Pos AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkep dan langsung dibawa ke Biddokes Polda Sulsel.
"Saat ini masih dilakukan proses pemeriksaan dan identifikasi oleh tim forensik. Oleh karena itu, hingga saat ini kami belum dapat menyampaikan identitas korban secara pasti," ujarnya kepada wartawan.
Mantan Kabid Humas Polda Sulteng ini mengatakan kantong jenazah yang diterima merupakan jenis kelamin perempuan. Ia menyebut dalam manifest pesawat IAT ATR 42-500, terdapat dua orang perempuan yaitu Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.
"Karena terdapat dua korban perempuan, maka identifikasi belum bisa dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan," kata dia.