Petugas Gapura Angkasa, Ikhwanul Hakim Siregar mendapat perawatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta, setelah proyektil pelurus jenis senjata api Glock mengenai kakinya. Dari mana asal letusan itu?
"Sudah lebih baik, ya hanya tinggal istirahat," kata Branch Communication Manager Bandara Soetta Haerul Anwar, Minggu (22/7).
Diungkapkan dia, tertembaknya kaki petugas Gapura Angkasa itu, bermula saat anggota Protokol Polri Bripda Galuh Apriyana hendak membantu penumpang atas nama Fajar Firmansyah yang hendak melakukan penerbangan ke Banda Aceh melalui terminal 3 bandara.
"Kejadian persis pukul 05.55 wib tadi pagi. Saat itu anggota Protokol Polri hendak membantu penumpang yang membawa senpi jenis Glock. Namun disaat pengosongan senpi oleh protokol, terjadi masalah hingga meledak ke lantai sehingga mengenai petugas Gapura Angkasa," katanya.
Ikhwanul lanjut dia, terkena serpihan proyektil di kaki. Dan penumpang wanita atas nama Jenny Matatula terkena letusan angin tanpa luka.
Dipastikan, korban sudah dalam kondisi membaik setelah mendapat perawatan medis KKP. "Kejadian tersebut diselesaikan dengan kekeluargaan dan disaksikan oleh pihak Maskapai Garuda, OIC, BKO Marinir serta jajaran Avsec Angkasa Pura II," ungkapnya.
Akibat kejadian itu, korban dan calon penumpang yang hendak terbang, mengalami penundaan keberangkatan. "Karena diselesaikan secara kekeluargaan, dan kejadian itu di last minute penerbangan penumpang ke Aceh."