Selain 27 dokumen, penyidik KPK sita 3 handphone usai geledah kantor Fredrich

Kamis, 11 Januari 2018 20:08 Reporter : Nur Habibie
KPK geledah kantor Fredrich Yunadi. ©2018 Merdeka.com/nur habibie

Merdeka.com - Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi tak merasa keberatan kantornya digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kantor yang berada di Jalan Iskandar Muda Nomor 15, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, digeledah mulai dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 16.40 WIB.

"Enggak ada yang harus keberatan karena itu wewenang KPK. Yang kita tanyakan tadi adalah dokumen resmi yang melengkapi mereka melakukan penggeledahan," kata kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto di kantor Advokat dan Konsultan Hukum milik Fredrich, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/1).

Menurutnya, penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK setelah Fredrich ditetapkan sebagai tersangka menghalangi penyelidikan. "KPK melakukan penggeledahan karena memang wewenang mereka kan. KPK melakukan penggeledahan berdasarkan penetepan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, jadi kami tadi melihat secara administrasi sudah terpenuhi," ujarnya.

Dia menyebut selain menyita 27 dokumen, penyidik KPK juga membawa handphone milik pegawai dari Fredrich. Dan penggeledahan ini juga terkait dengan kasus yang dihadapi oleh Setya Novanto yaitu dugaan korupsi e-KTP.

"HP aja tadi Samsung ada 3, itu pegawai punya. Pemeriksaan itu kaitannya dengan kasus lebih luas bukan hanya tindak pidana yang disangkakan pak Fredrich tapi juga kasus e-KTP nya," ujarnya.

Sejumlah barang disita terkait kasus Fredrich dan Setya Novanto. "Kenapa yang lainnya juga diambil, jadi mereka menganggap semua yang terkait dengan e-KTP kami ambil aja dulu, kami sita aja dulu. Kami keberatan makanya kami dikasih surat tanda terima tidak di tanda tangani bahwa ada yang tidak ada hubungannya tindak pidana yang disangkakan dibawa," tandasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini