Jumlah guru Sekolah Rakyat di Kabupaten Wajo Sulsel yang mengundurkan diri kini bertambah menjadi empat orang, meskipun sekolah tersebut belum beroperasi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat Wajo, Asri.
Menurut Asri, keempat guru yang mengundurkan diri berasal dari luar daerah, dengan sebagian besar dari Pulau Jawa. Mereka memilih untuk mundur karena jarak domisili yang terlalu jauh dan ada pula yang tidak mendapatkan izin dari orang tua mereka.
“Kemarin kami konfirmasi ulang ke masing-masing orangnya, rata-rata domisilinya jauh dari sini, ada juga yang terhalang izin orang tua. Mereka ini dari Jawa,” ungkap Asri kepada Liputan6.com.
Guru-guru yang mengundurkan diri tersebut mengajar mata pelajaran Bimbingan Konseling (BK), Ekonomi, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Pendidikan Agama Islam.
Selain itu, terdapat satu slot guru yang belum terisi dari pusat, sehingga saat ini sekolah masih kekurangan lima guru dari total kebutuhan 20 guru.
“Saat ini posisi guru tinggal 15 orang. Kemarin sempat ada 19, tapi ada dua guru TIK, jadi memang masih kurang lima orang,” jelasnya.
Asri juga menambahkan bahwa Sekolah Rakyat di Wajo belum memulai proses pembelajaran. Rencana untuk operasional dan peluncuran resmi (launching) sekolah dijadwalkan pada 15 Agustus mendatang.
Dua pekan pertama setelah peluncuran akan digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Sekolah kami belum beroperasi, siswa juga belum masuk. Rencana launching kemungkinan besar tanggal 15 Agustus,” kata Asri.
Saat ini, sekolah telah membuka empat rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari dua kelas jenjang SMP dan dua kelas jenjang SMA, dengan total 100 siswa. Asri memastikan bahwa belum ada siswa yang mengundurkan diri sejauh ini.
“Kami masih aman untuk siswa, ada dua rombel SMP dan dua rombel SMA, total 100 siswa. Sampai sekarang belum ada yang mengundurkan diri,” tambahnya.
Advertisement
Pihak sekolah, menurut Asri, telah mengajukan permohonan pengganti guru kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dan terus berkomunikasi secara intensif untuk memastikan bahwa kekurangan tenaga pengajar dapat segera teratasi.
"Kami sudah ajukan ke Kemensos dan sampaikan semua kebutuhan. Kami sebagai pihak penerima, jadi kami menunggu mekanisme dari pusat," tutupnya.
Sebelumnya, Bupati Wajo, Andi Rosman, mengonfirmasi bahwa terdapat tiga guru yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat Wajo. Ia menjelaskan bahwa alasan pengunduran diri tersebut adalah karena para guru tersebut tinggal di luar Kabupaten Wajo.
"Yang mengundurkan diri semua guru yang domisili di luar Kabupaten Wajo, alasan tidak siap mungkin ditinggalkan kampungnya," kata Rosman pada Senin (4/8/2025).