Sekda Ungkap Perbedaan Mencolok Banjir Bandang Padang Panjang 2025 dengan Insiden Sebelumnya

Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang membeberkan perbedaan signifikan antara peristiwa Banjir Bandang Padang Panjang 2025 dan kejadian Mei 2024, mengejutkan warga dengan arah aliran baru.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Sekda Ungkap Perbedaan Mencolok Banjir Bandang Padang Panjang 2025 dengan Insiden Sebelumnya
Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang mengungkap perbedaan signifikan banjir bandang Padang Panjang 27 November 2025 dengan musibah Mei 2024, mengejutkan warga. (AntaraNews)

Banjir bandang dan tanah longsor kembali menerjang Kota Padang Panjang, Provinsi Sumatera Barat, pada 27 November 2025. Peristiwa ini mengejutkan banyak pihak karena memiliki karakteristik berbeda dari kejadian serupa pada Mei 2024. Sekretaris Daerah Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, mengungkapkan perbedaan signifikan tersebut.

Menurut Sonny, banjir bandang kali ini tidak berasal dari arah yang biasa diwaspadai masyarakat. Aliran air justru datang dari Sungai Aia Putiah yang berhulu di pegunungan Bukik Tuih. Kejadian ini menghantam kawasan jembatan kembar serta menyapu permukiman penduduk di sekitarnya.

Peristiwa ini menjadi yang pertama kalinya melanda kawasan jembatan kembar Padang Panjang. Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini fokus pada penanganan dampak bencana. Upaya pencarian korban, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan penyintas menjadi prioritas utama.

Sekda Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra, menjelaskan bahwa masyarakat biasanya mewaspadai aliran banjir bandang dari sisi kanan. "Kejadian Mei 2024 aliran banjir bandang berasal dari sebelah kanan dan ini sebetulnya yang diwaspadai masyarakat," ujarnya. Namun, insiden 27 November 2025 menunjukkan pola yang sama sekali berbeda.

Sonny menambahkan bahwa banjir bandang kali ini datang dari arah yang tidak terduga, yaitu dari Sungai Aia Putiah. Sungai ini diketahui berhulu dari pegunungan Bukik Tuih. "Kita tidak menyangka ternyata banjir bandang itu datangnya dari sebelah kiri," kata Sonny, menyoroti kejutan yang dialami warga dan pemerintah setempat.

Peristiwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan jembatan kembar ini merupakan kejadian pertama di daerah tersebut. Pergeseran pola aliran air ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Mereka berencana untuk menyelidiki lebih lanjut penyebab perubahan arah aliran banjir ini.

Pasca-kejadian, pemerintah daerah bersama Tim SAR gabungan dan relawan segera bergerak cepat. Prioritas utama saat ini adalah pencarian korban yang dilaporkan hilang. Selain itu, evakuasi warga terdampak dan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas banjir juga menjadi fokus utama.

Sekretaris Kelurahan Silaiang Bawah Kota Padang Panjang, Nurmiati Amin, menyampaikan data awal mengenai korban. Pada awal kejadian, sebanyak 40 orang dilaporkan hilang. Data ini menunjukkan skala dampak bencana Banjir Bandang Padang Panjang yang cukup besar terhadap masyarakat setempat.

Hingga pukul 23.00 WIB, dari 40 orang yang dilaporkan hilang, baru 12 orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. "Dari 40 itu baru 12 yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia hingga pukul 23.00 WIB. Artinya masih ada 28 orang harus dicari," sebut Nurmiati, menegaskan bahwa upaya pencarian masih terus berlanjut.

Dampak banjir bandang juga menyebabkan sejumlah warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di posko pengungsian, tercatat 101 warga Padang Panjang yang mengungsi. Selain itu, terdapat pula 17 warga dari Kabupaten Tanah Datar yang turut mencari perlindungan di posko tersebut.

Pemerintah setempat tidak hanya fokus pada evakuasi dan pencarian, tetapi juga memperhatikan kondisi kesehatan para penyintas. Untuk memastikan penanganan medis yang cepat dan tepat, pemerintah telah menyiapkan dokter dan paramedis. Layanan kesehatan ini penting untuk mencegah timbulnya masalah kesehatan lanjutan di kalangan pengungsi.

Kesiapan fasilitas dan tenaga medis ini merupakan bagian dari upaya komprehensif pemerintah dalam menangani dampak bencana Banjir Bandang Padang Panjang. Mereka berupaya memastikan bahwa seluruh kebutuhan dasar dan kesehatan para korban terpenuhi. Koordinasi antarpihak terus dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan efisien.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi