Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyampaikan dugaan awal yang memicu longsor di lereng Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang menelan korban jiwa pada Sabtu (24/1).
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, hasil pengamatan awal di lokasi menunjukkan kawasan yang sebelumnya berupa hutan atau kebun dengan tanaman keras, kini beralih menjadi lahan palawija.
"Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija. Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol,” jelas Herman.
Ia menyebut, kondisi tersebut diduga memicu banjir bandang yang disertai longsor. Meski begitu, penyebab pasti masih menunggu kajian lanjutan dari tim ahli.
"Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli,” imbuh dia.
Sementara itu, berdasarkan data di Posko Kantor Desa Pasirlangu, longsor berdampak pada wilayah Kampung Pasir Kuning RT 06 RW 11 dan Kampung Pasir Kuda RT 01 RW 10. Hingga pukul 14.00 WIB, tercatat sekitar 30 unit rumah tertimbun material longsoran.
Advertisement
Sebanyak 113 jiwa dari 34 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa ini. Dari jumlah tersebut, 23 orang ditemukan dalam kondisi selamat. Sementara itu, 85 warga masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan juga melaporkan lima korban meninggal dunia. Identitas korban yang telah terverifikasi, yakni:
1. Nurhayati (50), warga RT 01 RW 10 Kampung Pasir Kuda
2. Sunarya alias Nandang, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
3. Nining, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
4. Jajang Taryana, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
5. Dadang Apung, warga RT 05 RW 11 Kampung Pasir Kuning
Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan faktor cuaca dan potensi longsor susulan di kawasan tersebut.