Sejarawan Ungkap Batalnya Pemindahan Ibu Kota era Soekarno Karena Asian Games 1962

Sabtu, 24 Agustus 2019 21:32 Reporter : Merdeka
Sejarawan Ungkap Batalnya Pemindahan Ibu Kota era Soekarno Karena Asian Games 1962 Soekarno. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Rencana pemerintah memindahkan ibu kota ke Pulau Kalimantan sudah pernah ada sejak era Presiden Soekarno. Saat itu, lokasi yang dipilih kawasan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Niat Soekarno saat itu pupus lantaran perhelatan Asian Games pada 1962. Padahal, desain ibu kota di Palangkaraya telah dibuat dan Soekarno pun sudah meninjau daerah tersebut sebagai tindak lanjut.

"Namun tahun 1960-an ada yang menyebabkan ada hal yang membuat menangguhkan karena ada tawaran mengadakan Asian Games," kata Sejarawan Asvi Warnam dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (24/8).

Tawaran Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional itu tidak bisa ditolak pemerintah era Bung Karno kala itu. Sehingga, akhirnya wacana pemindahan ibu kota menjadi terbengkalai.

"Jadi dibangun stadion, Hotel Indonesia, Sarinah, dan patung selamat datang di HI. Jadi persiapan Asian Games dan kemudian menyebabkan wacana pemindahan ibu kota itu terbengkalai," jelas Asvi.

Oleh karena itu, Asvi berharap wacana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan bisa terlaksana di era Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Asvi mengatakan ibu kota harus pindah lantaran ada faktor pendorong dan penarik.

Dalam sejarah Indonesia, pemindahan ibu kota ke Yogyakarta lantaran Jakarta dalam keadaan tidak aman pada 1945. Oleh sebab itu, Yogyakarta menawarkan untuk menjadi pusat pemerintahan.

"Presiden dan Wapres setuju maka pusat pusat pemerintahan di pindah ke Yogyakarta. Maka kegentingan yang memaksa perpindahan itu," ucapnya.

Sama halnya saat Bukittinggi, Sumatera Barat dijadikan sebagai pusat pemerintahan darurat pada zaman Presiden Soekarno dan Wapres Muhammad Hatta pada 1948. Kala itu, terjadi Agresi Militer II oleh Belanda yang merebut ibu kota RI di Yogyakarta. Peristiwa ini membuat para pemimpin negara waktu itu diasingkan oleh Belanda.

"Fakta a pendorongnya kondisi yang memaksa," tutur Asvi.

Sementara itu, Asvi menjelaskan faktor pendorong pemindahan ibu kota saat ini yaitu, kemacetan dan ancaman DKI Jakarta akan tenggelam pada 2050. Selain itu, pemerataan pembangunan juga merupakan salah satu alasan ibu kota dirasa perlu dipindahkan.

"Itu faktor-faktor. Belum lagi kemacetan dan lain-lain, itu yang menjadikan itu faktor pendorong. Faktor penarik dengan ditempatkan ibu kota di tengah mewujudkan pembangunan menoleh ke timur," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah meminta izin DPR untuk memindahkan ibu kota k Pulau Kalimantan. Lokasi persisnya masih dirahasiakan.

Belakangan mencuat nama kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara, di Kalimantan Timur, sebagai kandidat ibu kota negara (IKN) baru. Dalam sebulan terakhir, lahan di Samboja jadi buruan broker properti. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini