Sejarah Panjang Gempa Sumenep, Guncangan Pertama Kali Abad ke-19 hingga Pernah Menewaskan Tiga Orang

Sumenep memiliki catatan sejarah gempa merusak dan tsunami beberapa kali.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Sejarah Panjang Gempa Sumenep, Guncangan Pertama Kali Abad ke-19 hingga Pernah Menewaskan Tiga Orang
Sejarah Panjang Gempa Sumenep, Guncangan Pertama Kali Abad ke-19 hingga Pernah Menewaskan Tiga Orang (Merdeka.com)

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkap fakta gempa magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Pulau Sapudi-Sumenep, Jawa Timur pada Selasa (30/9) malam. Menurut Daryono, gempa Utama atau mainshock itu terjadi di kedalaman hiposenter dangkal 12 kilometer pada Selasa (30/9) pukul 23:49:44 WIB.

"Episenter terletak pada koordinat 7,35° LS ; 114,22° BT, di laut, 58 Km arah Tenggara Sumenep," kata Daryono dalam keterangannya, Rabu (1/10).

Daryono menjelaskan, gempa mengguncang wilayah Pulau Sapudi dan Sumenep merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang dipicu aktivitas sesar aktif di dasar laut. Sumber gempa tampaknya berasosiasi dengan perpanjangan sesar offshore Zona Kendeng atau Madura Strait Back Arc Thrust.

"Mekanisme sumber gempa menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," ujar Daryono.

catatan gempa sumenep
catatan gempa sumenep Dokumen BMKG

Menurut Daryono, gempa dirasakan di Pulau Sapudi dalam skala intensitas V-VI MMI atau merusak bangunan rumah. Di Sumenep, Pamekasan, Surabaya gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI.

Kemudian di Tuban, Denpasar, Gianyar gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Di Tabanan, Buleleng, Kuta, Banyuwangi gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI. Sedangkan di Lombok Utara, Mataram, Lombok Tengah, Malang, Blitar intensitas gempa dirasakan skala II MMI.

"Memicu kerusakan bangunan rumah di Pulau Sapudi. Laporan sementara 22 bangunan rusak ringan, sedang dan berat," kata Daryono.

Daryono mengatakan, kerusakan bangunan disebabkan karena hiposenter gempa yang dangkal, kondisi tanah lunak dan struktur bangunan lemah, tidak standar tahan gempa.

Menurut Daryono, terjadi gempa susulan atau aftershocks hingga Rabu (1/10) pukul 12.00 WIB sebanyak 117 kali. Magnitudo gempa susulan terbesar 4,4 dan terkecil M 1,9.

Daryono mengatakan, Sumenep dilintasi jalur sumber gempa sesar aktif dengan tingkat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi. Selain itu, Sumenep memiliki catatan sejarah gempa merusak dan tsunami beberapa kali.

Sejarah mencatat, gempa merusak Sumenep pertama kali tahun 1863. Kemudian guncangan gempa melanda Sumenep-Sapudi pada 1891. Selanjutnya gempa kembali mengguncang Sumenep pada 1904.

Gempa tercatat kembali mengguncang Sumenep dengan kekuatan magnitudo 4,9 pada 13 Juni 2018. Gempa ini merusak beberapa rumah. Lalu Gempa Sumenep - Sapudi dengan magnitudo 6,4 pada 11 Oktober 2018 mengakibatkan tiga orang meninggal, 34 orang luka-luka dan 210 rumah rusak.

Setahun kemudian, gempa kembali mengguncang Sumenep dengan magnitudo 5,0 pada 2 Maret 2019 menimbulkan enam rumah rusak, satu orang luka-luka. Gempa Sumenep dengan kekuatan Magnitudo 4,9 juga terjadi pada 2 April 2019 menyebabkan 26 rumah rusak di Pulau Raas.

Sumenep memiliki tiga catatan Sejarah Tsunami. Pertama tsunami Pulau Genteng Madura 7 Februari 1843. Kedua Tsunami Sumenep Madura 23 November 1889 dan ketiga tsunami Madura 29 Desember 1820. Wilayah Sumenep secara tektonik merupakan kawasan paling rawan gempa dan tsunami di Madura.

Rekomendasi