SBY sebut jumlah kadernya terlibat korupsi berkurang, jauh dibanding partai lain

Sabtu, 10 Maret 2018 15:11 Reporter : Sania Mashabi
jokowi buka rapimnas partai demokrat. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui turunnya elektabilitas partainya di Pemilu 2014 karena maraknya kader partai Demokrat yang melakukan korupsi. Namun dia mengklaim beberapa tahun terakhir kadernya yang terkena korupsi telah menurun.

"Perolehan PD menurun tajam dibandingkan dengan 2009. Penyebab ada beberapa kader kami terlibat korupsi," kata SBY dalam sambutannya di Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, di Sentul Internasional Convention Center (SICC), Jawa Barat, Sabtu (10/3).

"Alhamdulillah empat tahun terakhir ini kader Partai Demokrat yang terlibat dalam korupsi baik pusat dan daerah jumlahnya jumlahnya sangat kecil. Jauh di bawah beberapa partai lain. Partai Demokrat bertekad terus jaga keadaan seperti ini agar kita sukses dalam perjuangan politik," lanjutnya.

Menurutnya kala itu banyak juga partai lain yang terjerat kasus korupsi. Tetapi, kata dia, karena Demokrat adalah partai pemerintahan maka partainya yang paling terkena imbasnya.

"Meskipun sebenarnya ada beberapa partai lain waktu itu yang jumlah korupsi lebih banyak tapi karena kami sedang berada di pemerintahan maka kamilah yang paling kena. Kami belajar dari pengalaman pahit itu," ungkapnya.

Selain masalah korupsi, tambah Presiden keenam itu, alasan lain merosotnya elektabilitas partai berlambang mercy ini salah satunya karena tidak melakukan pengusungan calon presiden dan wakil presiden di pilpres 2014.

"Penyebab kedua kenapa kemarin kami kurang berhasil dalam Pemilu 2014. Kami tidak memiliki dan tidak mengusung pasangan calon presiden maupun wapres," ucapnya.

Untuk diketahui, beberapa kader Partai Demokrat terjerat kasus korupsi. Di antaranya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Jero Wacik, Sutan Bhatoegana, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, hingga Angelina Sondakh. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini