Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu Penambang di Ambon Tewas Tertimbun Pasir & Batu saat Gempa M 6,8

Satu Penambang di Ambon Tewas Tertimbun Pasir & Batu saat Gempa M 6,8 Gempa di Ambon. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang penambang tertimbun pasir dan batu saat gempa berkekuatan M 6,8 mengguncang Ambon sekira pukul 08.46 Wit. Peristiwa itu terjadi di kawasan Negeri Lama, Kecamatan Baguala (Kota Ambon).

"Saat ini dilakukan evakuasi oleh aparat kepolisian, tim Tagana dan unsur lainnya yang melakukan penggalian menggunakan alat berat," kata Kapolsek Baguala, AKP Tomy Siahayadi Ambon, Kamis (26/9).

Menurut dia, seperti diberitakan Antara, akibat dari gempa bumi tersebut belum diketahui kerugian materi yang terjadi, namun ada satu warga yang terkubur bersama mobilnya akibat terjatuh di dalam kolam.

"Korban bermarga Frans ini terlempar ke dalam kolam dan longsor pasir serta batu menimbunnya bersama mobil yang diparkir dekat tebing sehingga diduga telah meninggal dunia," kata Kapolsek.

Korban diduga telah meninggal dunia sebab sudah terkubur sejak pukul 08.46 Wit dan sampai saat ini masih dilakukan penggalian.

Selain itu, satu dosen Institut Agama Islam Negeri Ambon bernama Narti Rato juga meninggal dunia akibat tertimbun bangunan rektorat yang rubuh saat terjadi gempa bumi.

"Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dan Sekretaris Kota, A.G Latuheru juga berada di lokasi kejadian untuk melihat langsung upaya evakuasi korban di Negeri Lama," jelas Kapolsek.

Sementara Kapolsek Teluk Ambon, Ipda Yazie mengatakan belum ada laporan resmi terkait seorang mahasiswi Fakultas Kehutanan Unpatti Ambon yang tewas tertimbun bangunan runtuh saat terjadi gempa.

"Aktivitas perkuliahan sekarang terhenti dan anggota kami masih berada di lapangan tetapi sejauh ini belum ada laporan resmi mahasiswa yang meninggal dunia," kata Kapolsek.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP