Satu Lagi Petugas KPPS di Depok Meninggal Diduga Kelelahan

Kamis, 25 April 2019 19:06 Reporter : Nur Fauziah
Satu Lagi Petugas KPPS di Depok Meninggal Diduga Kelelahan Pemeriksaan medis KPPS. ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Satu orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Depok meninggal dunia diduga karena kelelahan. Petugas KPPS itu bernama Niman Muslim (64). Dia bertugas di TPS 15 Kelurahan Bedahan Kecamatan Sawangan Depok.

Lurah Bedahan, Dadih Rusmiadi mengatakan kabar duka itu benar adanya. Diduga korban kelelahan hingga akhirnya meninggal dunia. "Iya saya baru dapat kabar katanya sakit, terus kelelahan juga," kata Dadih, Kamis (25/4).

Keluarga korban tinggal di Jalan Rivaria RT 04/RW 01, Bedahan Sawangan Depok. Dia berencana akan mengunjungi keluarga korban. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Niman sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit. "Saya akan ke rumah keluarga," tukasnya.

Beberapa petugas yang terlibat pesta akbar demokrasi pun sempat dikabarkan sakit dan dirawat ke rumah sakit. Bahkan ada yang sampai menderita stroke. Banyaknya petugas yang sakit membuat Pemerintah Kota Depok turun tangan dengan menerjunkan petugas kesehatan di tiap kecamatan untuk mengecek kesehatan petugas saat penghitungan.

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta mengatakan tugas KPPS pada pemilu kali ini memang berat. Karena banyaknya jumlah pemilih kurang lebih 300 orang per TPS serta banyaknya surat suara, dan aturan-aturan. KPU sudah memperhitungkan jumlah personel yang ada di setiap TPS agar tidak hanya mengandalkan 1 orang saja.

"Kalau kelelahan ya wajar karena banyak sekali tugas yang dilakukan KPPS sejak hari sebelum Pemilu dilakukan. Tanggung jawabnya juga besar karena semua harus sesuai dengan prosedur yang ada dan harus meminimalisir adanya kesalahan yang membuat masyarakat tidak percaya," katanya.

Bagi orang-orang yang tidak biasa bekerja terus menerus dalam waktu panjang, hal ini sangat melelahkan. Pemilu di beberapa negara besar seperti Indonesia, sekarang ini sudah menggunakan sistem komputer. Karena pekerjaan manual seperti pemilu kita ini memang akan sangat membutuhkan banyak tenaga.

"Seyogyanya kita sendiri memang memiliki alarm diri jika sudah merasa sangat lelah dan harus istirahat, sehingga pembagian tugas atau kerja sama dalam tim TPS pun seharusnya diatur. Sehingga bisa bergantian beristirahat dan sebagainya," ungkapnya.

Dari proses penghitungan, banyak yang bekerja sampai larut malam bahkan sampai pagi. Seharusnya kondisi tersebut diimbangi dengan asupan suplemen yang baik sehingga energi yang dikeluarkan seimbang dengan asupan yang masuk.

"Banyak TPS yang baru selesai penghitungan di tengah malam. Nah tadi, apakah selama kegiatan mereka siap disediakan makan dengan baik, minum air putih, cemilan dll sampai akhir penghitungan? Sehingga sangat mungkin kemudian kelelahan, masuk angin atau paling parah ya terkena serangan jantung," ucapnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini