Satgas Terpadu dibentuk tangani wabah campak dan gizi buruk di Asmat

Rabu, 17 Januari 2018 17:25 Reporter : Nur Habibie
Satgas Terpadu dibentuk tangani wabah campak dan gizi buruk di Asmat Ilustrasi vaksin. ©Shutterstock/Keith A Frith

Merdeka.com - Polda Papua akan membentuk Satgas Terpadu dengan menggandeng TNI dan dinas terkait untuk menangani gizi buruk dan campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua. Satgas yang baru dibentuk Senin (15/1) ini nantinya akan mendatangi rumah warga satu per satu.

"Kami sudah datangi satu per satu rumah yang ada di sana sehingga kami tahu dan lihat betul kondisi yang bersangkutanya itu si kecil atau orang tuanya," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M Kamal di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (17/1).

Lebih lanjut, Kamal mengungkapkan bahwa untuk bisa mencapai ke lokasi tersebut harus menggunakan transportasi air. Karena memang lokasi tersebut berada di atas rawa-rawa yang saat ini menjadi tantangan bagi satgas tersebut.

"Kita masih berproses. Tentu karena di sana rawa-rawa. Jalan pun di atas rawa. Di sana menggunakan angkutan transportasi laut, motor laut. Kantor-kantor pun ada di atas rawa-rawa. Di sana berbeda dengan Jayapura dan kota lain yang ada di sana. Asmat kondisi geografinya seperti itu," ungkapnya.

Selain lokasinya yang memang sulit untuk dijangkau, di sana pun masih sulit untuk mendapatkan perawatan medis dan memang masih sangat membutuhkan Puskesmas yang memang kurang. Oleh karena itu, pihaknya akan menggandeng instansi terkait untuk menyediakan fasilitas medis.

"Kepala Dinas Kesehatan mengatakan akan sinergis dengan TNI dan Polri. Kita sama sama menyelamatkan di sana," ujarnya.

Meskipun masih kurangnya fasilitas medis seperti puskesmas di Asmat. Pihaknya pun sudah memberikan bantuan obat-obatan dan bantuan pangan, agar tak ada lagi warga Papua yang kekurangan gizi.

"Kemarin tim medis, gabungan TNI-Polri dan pemda mengirimkan bantuan gizi, obat-obatan, kemudian pasokan untuk susu. Kemudian makanan-makanan untuk balita itu dibantu oleh Pertamina, kemudian dari beberapa bank Papua, ada bank Papua, BNI, BRI dan sudah kita kirim kemarin pagi," ucapnya.

Satgas yang akan bekerja selama satu bulan full ini, nantinya akan diisi oleh 30 orang tim medis yang berfungsi untuk memberikan fasilitas kesehatan termasuk pemberian vaksin.

"Kapolda memerintahkan untuk Satgas yang dibangun selama satu bulan ini akan bantu untuk masyarakat asmat," tandasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini