Satbrimob Polda Jatim Perkuat Operasi Kemanusiaan Semeru, Fokus Pemulihan Warga

Satuan Brimob Polda Jatim memperkuat operasi kemanusiaan pascaerupsi Gunung Semeru di Lumajang, menghadirkan bantuan nyata bagi warga terdampak dan memastikan pemulihan terus berlanjut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Satbrimob Polda Jatim Perkuat Operasi Kemanusiaan Semeru, Fokus Pemulihan Warga
Satuan Brimob Polda Jatim memperkuat operasi kemanusiaan pascaerupsi Gunung Semeru di Lumajang, menghadirkan bantuan nyata bagi warga terdampak dan memastikan pemulihan terus berlanjut. (AntaraNews)

Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur (Satbrimob Polda Jatim) secara sigap memperkuat operasi kemanusiaan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menyusul terjadinya erupsi Gunung Semeru. Sejak dini hari pada Sabtu, 22 November, satu satuan setingkat kompi (SSK) Satbrimob telah diterjunkan untuk mendukung penuh upaya pemulihan masyarakat di Kecamatan Pronojiwo. Langkah cepat ini menunjukkan komitmen kepolisian dalam membantu warga yang terdampak bencana alam.

Komandan Satbrimob Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Suryo Sudarmadi, menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Danyon B Pelopor Kompol Toni Agus Salim. Tim bergerak cepat untuk menyediakan berbagai bentuk bantuan, mulai dari logistik hingga dukungan psikososial. Kehadiran Brimob diharapkan dapat meringankan beban warga dan mempercepat proses pemulihan pascaerupsi.

Fokus utama operasi ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi serta memberikan dukungan moral dan fisik. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan untuk membantu masyarakat bangkit dari dampak erupsi Semeru. Koordinasi yang solid antarpihak terkait juga menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan bencana ini.

Operasi kemanusiaan Satbrimob dimulai sejak pukul 04.30 WIB dengan pengoperasian dapur lapangan Brimob yang berlokasi di Desa Supit Urang. Dapur ini setiap harinya mampu memasak ratusan porsi makanan gratis, tidak hanya untuk warga terdampak dan para pengungsi, tetapi juga bagi personel SAR yang bertugas di lapangan. Kesiapan logistik dan pelayanan dapur lapangan ini bahkan sempat ditinjau langsung oleh utusan Presiden.

Pada pagi hari, personel Brimob melaksanakan pengecekan kesiapan dan pembagian tugas yang dipimpin oleh Kompol Toni Agus Salim. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh operasi berjalan aman, terkoordinasi, dan dilaksanakan dengan penuh empati. Setelah itu, personel langsung diterjunkan untuk membantu membersihkan rumah warga dari abu vulkanik dan material erupsi yang menumpuk.

Komisaris Besar Polisi Suryo Sudarmadi mengutip, “Banyak warga yang merasa tidak lagi memiliki tenaga untuk memulai pemulihan sehingga kehadiran Brimob yang turut mengangkat barang-barang rumah tangga, membersihkan permukiman, dan memindahkan barang penting menuju hunian tetap menjadi bentuk pertolongan nyata yang sangat dirasakan masyarakat.” Bantuan fisik ini sangat krusial mengingat kondisi psikis dan fisik warga yang masih lemah.

Selain bantuan fisik, Satbrimob juga memberikan pemulihan psikososial melalui kegiatan trauma healing bagi anak-anak di SDN 04 Pronojiwo. Kegiatan ini dipimpin oleh Bripka Arif bersama dua personel lainnya pada pukul 09.00 WIB. Pemulihan diberikan melalui kegiatan edukatif, aktivitas kreatif, dan pendampingan emosional agar anak-anak bisa kembali merasa aman dan mampu melepaskan ketegangan pascabencana.

Kehadiran pemerintah pusat melalui utusan Presiden pada pukul 11.00 WIB di pos dapur lapangan Brimob memperkuat koordinasi nasional dalam penanganan bencana Semeru. Suryo Sudarmadi menegaskan bahwa kunjungan ini memastikan setiap langkah yang dilakukan di lapangan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting dalam menghadapi situasi darurat.

Sehari sebelumnya, pada Jumat (21/1), Polda Jawa Timur juga telah memberangkatkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru. Bantuan difokuskan untuk mendukung dua titik utama pengungsian di Kecamatan Pronojiwo, yakni Posko SD 04 Supiturang dan Posko SMP 2 Pronojiwo, yang menampung ratusan warga termasuk kelompok rentan seperti balita, lansia, dan ibu hamil.

Bantuan yang dikirimkan meliputi kebutuhan esensial bagi balita seperti susu, popok, kasur bayi, dan pakaian anak. Selain itu, disalurkan juga 450 selimut untuk lansia dan 300 paket makanan ringan untuk anak-anak serta remaja. Polda Jawa Timur memastikan bahwa seluruh rangkaian bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut hingga situasi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas normal.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11) pukul 16.00 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak. Dalam letusan tersebut, Gunung Semeru menghembuskan awan panas dengan jarak luncur mencapai tujuh kilometer dari arah puncak.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam di seismogram pos pemantauan gunung api di Lumajang memiliki amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik. Dengan status Gunung Semeru yang berada pada Level IV (Awas), kewaspadaan dan bantuan kemanusiaan menjadi prioritas utama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi