Ridwan Kamil Tugaskan Sekda Baru Bantu Lobi Bantuan Pembangunan ke Pemerintah

Jumat, 14 Februari 2020 22:09 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil Tugaskan Sekda Baru Bantu Lobi Bantuan Pembangunan ke Pemerintah Ridwan Kamil. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi waktu tujuh hari kepada Setiawan Wangsaatmaja beradaptasi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat yang baru. Selain itu dia diminta untuk membantu mengakselerasi lobi bantuan dari pemerintah pusat.

Hal itu ia sampaikan usai melantik Setiawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/2). Sebelumnya, Setiawan dipilih oleh Presiden Joko Widodo setelah melalui proses open bidding. Dua kandidat sekda hasil open bidding yang juga diajukan kepada Presiden adalah Dedi Taufik (Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat) dan Yerri Yanuar (Kepala BKD Provinsi Jawa Barat).

Setiawan sempat berkarir di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Terakhir ia menjabat Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), sebelum kemudian pada April 2013 diangkat sebagai Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi.

"Saya kasih waktu tujuh hari untuk safari memperkenalkan diri ke semua elemen yang akan menjadi tanggung jawabnya," kata Ridwan Kamil.

Selain itu, pria yang akrab disapa Emil meminta Setiawan memanfaatkan jaringan di pemerintah pusat untuk mengakselerasi bantuan pembangunan Jawa Barat. Titik beratnya adalah keadilan fiskal dari pusat. Keadilan fiskal yang dimaksud, adalah dana transfer ke kabupaten/kota tahun 2020 untuk Jabar sebesar Rp48,3 triliun. Sedangkan dana transfer untuk Jawa Tengah mencapai Rp48,8 triliun, dan Jatim Rp54,4 triliun.

Anggaran itu diberikan karena jumlah kabupaten/kota di Jabar sebanyak 27 wilayah, lebih sedikit dibandingkan dengan Jateng yang memiliki 35 kabupaten kota, dan Jatim memiliki 38 kabupaten kota. Jumlah desa di Jabar juga lebih sedikit, yakni 5.312 dengan jumlah dana desa Rp5,9 triliun, Jateng mempunyai 7.809 desa dan mendapat dana desa sebesar Rp8,2 triliun, sedangkan Jatim terdiri dari 7.724 desa memperoleh Rp7,6 triliun.

"Mungkin dengan jaringan Pak Iwan di Kementerian, lobi-lobi itu bisa menghasilkan dukungan bantuan sehingga APBD Jabar yang terbatas mudah-mudahan di zaman sekda Pak Iwan bisa berlipat-lipat bantuan dari pusat," imbuhnya.

Setiawan pun diminta fokus dan tidak terganggu dengan berbagai kepentingan politik yang memunculkan dinamika. Pernyataan itu didasarkan pada kasus yang saat ini menimpa Sekda sebelumnya, Iwa Karniwa yang terjerat kasus dugaan suap proyek Meikarta, setelah mendaftarkan diri sebagai calon Gubernur ke PDIP.

"Beliau (Setiawan) adalah mantan deputi sehingga relasi Jabar nanti dengan Kementerian itu lebih lancar dan lebih baik, sehingga ada akselerasi bantuan pembangunan (dari pemerintah pusat)," kata dia.

"Mudah-mudahan fokus saja pada pekerjaan, jangan ada hal-hal yang di luar tupoksi seperti sebelum-sebelumnya. Saya kira itu harus dipahami karena pejabat politik ada 122 orang. 120-nya dewan, dua lagi gubernur dan wagub di luar itu enggak yang bersifat formal sebagai individu politik termasuk Sekda," pungkasnya. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini