BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan NTT

BMKG peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan NTT mulai 2-5 Agustus 2026, berisiko bagi keselamatan pelayaran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter di Perairan NTT
BMKG peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan NTT mulai 2-5 Agustus 2026, berisiko bagi keselamatan pelayaran. (AntaraNews)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi. Gelombang ini diperkirakan mencapai 2,5 meter di beberapa wilayah perairan NTT. Peringatan ini dikeluarkan karena kondisi tersebut berisiko serius terhadap keselamatan pelayaran di daerah tersebut.

Potensi gelombang tinggi ini berlaku mulai Minggu, 2 Agustus 2026, hingga Rabu, 5 Agustus 2026, sesuai dengan peringatan dini yang diterbitkan. Informasi penting ini disampaikan langsung oleh Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga. Peringatan dini ini sangat penting untuk diperhatikan oleh seluruh pihak terkait aktivitas maritim.

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, serta perairan selatan Timor-Rote dan sekitarnya. BMKG meminta para pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal. Hal ini bertujuan untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan selama periode perkiraan gelombang tinggi tersebut.

Potensi Gelombang Tinggi di Berbagai Perairan NTT

Yandri Anderudson Tungga menjelaskan bahwa tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa lokasi strategis. Area tersebut meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, dan Selat Sumba bagian barat. Selain itu, Laut Sawu juga termasuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tinggi ini.

Perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, dan perairan selatan Sabu-Raijua juga diimbau untuk tetap waspada. Potensi gelombang tinggi juga diprediksi di perairan utara Kupang-Rote dan Selat Pukuafu. Terakhir, perairan selatan Timor-Rote juga termasuk dalam daftar wilayah yang perlu diwaspadai secara khusus.

"Waspadai potensi gelombang laut dengan tinggi mencapai 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan NTT pada Minggu (2/8) hingga Rabu (5/8)," kata Yandri Anderudson Tungga di Kupang, NTT, Minggu. Imbauan ini menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh pengguna laut yang beraktivitas.

Analisis Pola Angin Pemicu Peningkatan Gelombang

Secara sinoptik, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak konsisten dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin yang terdeteksi berkisar antara 10 hingga 32 knot, menunjukkan kondisi yang cukup dinamis. Pola angin dengan kecepatan signifikan ini menjadi salah satu faktor utama penyebab peningkatan tinggi gelombang laut.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di beberapa lokasi penting seperti Selat Sape, perairan utara Flores, dan Selat Pantar. Wilayah lain yang juga mengalami kecepatan angin tinggi adalah Selat Alor dan perairan selatan Alor-Pantar. Selat Sumba, Laut Sawu, dan Selat Ombai turut mencatat kecepatan angin yang signifikan.

Selain itu, kecepatan angin tinggi juga terdeteksi di perairan utara Timor, perairan Sabu-Raijua, dan perairan selatan Sumba. Perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, dan perairan selatan Timor-Rote juga terdampak. Perairan Labuan Bajo dan perairan Taman Nasional Komodo juga mengalami kondisi angin serupa, yang semuanya berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut secara signifikan.

Imbauan Keselamatan dan Akses Informasi BMKG

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tiga harian yang berlaku mulai tanggal 2 hingga 5 Agustus 2026, mencakup seluruh periode potensi gelombang tinggi. Peringatan ini ditujukan kepada berbagai jenis pengguna laut untuk meningkatkan kewaspadaan secara menyeluruh. Keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama selama periode ini untuk mencegah insiden.

Pengguna perahu nelayan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Kondisi ini dapat membahayakan aktivitas penangkapan ikan dan navigasi perahu kecil. Oleh karena itu, nelayan disarankan untuk tidak melaut jika kondisi tersebut terjadi demi keselamatan.

Operator kapal tongkang diminta untuk lebih waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter. Kondisi ini dapat mempengaruhi stabilitas, manuver, dan keamanan kapal tongkang yang berukuran lebih besar. BMKG menekankan pentingnya mematuhi peringatan ini demi keselamatan seluruh awak kapal.

Untuk mendapatkan informasi terkini dan terverifikasi, masyarakat dapat memantau Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang. Informasi dapat diakses melalui situs maritim.ntt.bmkg.go.id. Masyarakat juga bisa menghubungi nomor telepon 0812-1512-2192 atau mengikuti akun Instagram @bmkg.maritim.tenau untuk pembaruan kondisi cuaca maritim secara real-time.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi