Ridwan Kamil Minta Warga Tak Konsumtif Untuk Tekan Inflasi Saat Ramadan

Jumat, 3 Mei 2019 22:46 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil Minta Warga Tak Konsumtif Untuk Tekan Inflasi Saat Ramadan Ridwan Kamil saat menggelar pertemuan dengan para ulama di kantor BI. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat menahan perilaku konsumtif saat bulan Ramadan. Jika tidak terkontrol, maka hal itu akan mengakibatkan kenaikan inflasi di Jawa Barat.

Cara untuk mengontrol perilaku konsumtif adalah mendasarkan pembelian barang sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

"Imbauan ke masyarakat tidak usah mengonsumsi berlebihan, secukupnya saja sehingga perekonomian terjaga dengan baik," ujar Ridwan Kamil saat menggelar pertemuan dengan para ulama di kantor Bank Indonesia Perwakilan Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/5).

Ia menyatakan, pola panic buying menyebabkan harga kebutuhan pokok akan naik tidak terkendali. Imbasnya masyarakat menengah ke bawah akan kesulitan karena tak mampu membelinya.

"Kalau semua harganya mahal, menengah bawah kan kesulitan untuk membeli kebutuhan pokoknya, karena ulah sebagian masyarakat yang terlalu konsumtif," terangnya.

Pihak Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sendiri ia sebut terus berupaya menekan angka inflasi, salah satunya meningkatkan infrastruktur jalan.

Tujuannya untuk mempercepat dan memperpendek arus distribusi barang kebutuhan pokok sehingga ongkosnya murah dan harga barang tidak naik.

"Tadi sudah saya sampaikan ekonomi di Jabar lagi baik karena didukung infrastruktur yang bisa menekan inflasi," kata Gubernur.

Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Emil ini berpesan agar para ulama pun aktif menyampaikan ke masyarakat melalui dakwahnya untuk tidak konsumtif.

"Mudah-mudahan pulang dari sini para ulama menyampaikan pesan-pesan agar tidak konsumtif sehingga sampai lebaran di Jabar inflasi terkendali," pesannya.

Di tempat yang sama, KH Abdulah Gymnastiar atau Aa Gym mengamini inflasi terjadi karena masyarakat memborong kebutuhan secara berlebihan. Di sisi lain produksi barang tak mengalami peningkatan sehingga terjadi kelangkaan barang.

"Mari tidak konsumtif, menahan diri, kasihan rakyat kecil jadi tidak bisa membeli karena sifat konsumtif kita. Itu tugas kita juga sebagai ulama untuk mengarahkan umat," ucapnya.

Ramadan adalah momentum pengendalian diri dan memberikan manfaat bagi sesama. "Mudah-mudahan Ramadan ini lebih memberikan manfaat bagi sesama," katanya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini