Ridwan Kamil dan Jusuf Kalla Ingatkan Daya Rusak Covid-19

Sabtu, 18 Juli 2020 22:00 Reporter : Aksara Bebey
Ridwan Kamil dan Jusuf Kalla Ingatkan Daya Rusak Covid-19 Jusuf kalla dan ridwan kamil. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Jusuf Kalla (JK) mengingatkan masyarakat bahwa daya rusak virus Corona (Covid-19) sangat tinggi. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu meminta pemerintah melakukan penanggulangan yang cepat untuk mengatasi pandemi.

Hal itu ia nyatakan dalam silaturahim Pengurus DMI Wilayah Jabar dan 27 kabupaten/kota, di Kota Bekasi, Sabtu (18/7/2020). Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil turut hadir dalam acara tersebut.

"Daya rusak virus ini tinggi sekali. Lima sampai enam persen yang terkena di seluruh dunia meninggal. Maka penyelesaiannya siapa yang lebih cepat maka itu yang akan berkurang," kata dia melalui siaran pers yang diterima.

Upaya yang harus dilakukan masyarakat dalam mencegah penularan bertambah luas yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan disiplin. Kemudian, pemerintah harus melakukan sterilisasi secara rutin di tempat yang berpotensi menyebarkan virus. Kemudian testing, tracing, dan treatment terhadap masyarakat secara masif.

"Karena ini perang jadi yang namanya perang itu mematikan atau dimatikan. Maka harus dilakukan penyemprotan (disinfektan) ini agar virus juga enggak kemana-mana," katanya.

"Dewan masjid memandang bahwa kita harus melaksanakan dua hal, menghindari melalui mitigasi kepada jemaah agar menghindar. Kemudian melawan dengan pembersihan masjid melalui disinfektan,' ia melanjutkan.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengapresiasi langkah Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar yang bisa mengendalikan penularan virus corona. Padahalm provinsinya memiliki jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

"Saya mengapresiasi Gubernur Jawa Barat dan seluruh masyarakat Jawa Barat bahwa walaupun penduduknya banyak dan terbesar di Indonesia, tapi jumlah (penduduk) yang terkena Covid-19 tidak berbanding lurus dengan jumlah penduduk," ujar dia.

Sementara itu, Ridwan Kamil mengatakan, sesuai dengan arahan Jusuf Kalla, dia meminta agar masjid-masjid di Jabar yang berjumlah hampir 100.000 masjid melakukan dua gerakan utama berkaitan dengan pencegahan dan perlawanan.

"Pencegahannya adalah sebelum salat dan setelah salat selalu diumumkan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Kemudian perlawanannya adalah setiap hari melakukan disinfeksi (penyemprotan) di masjid dan sekelilingnya,' ucap dia.

Dua gerakan itu akan dilakukan secara masif di masjid-masjid yang ada di Jabar. Dengan begitu, diharapkan masjid menjadi tempat yang bersih dan aman dari Covid-19. Sehingga ibadah bisa dilakukan secara maksimal dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

'Oleh karena itu, saya titip kepada Dewan Masjid Indonesia Jawa Barat harus yang terdepan dalam mengabarkan dan menasihatkan. Orang tua kita tadi Pak Jusuf Kalla menasihatkan agar sebelum azan dan setelah salat fardhu selalu ada pengumuman dari DKM tentang cara menjauhi COVID-19, hanya 3M. Karena obat dan vaksinnya belum ditemukan,' pungkas Ridwan Kamil. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini