Calon jemaah haji asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kini tengah mengikuti tahapan bimbingan manasik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag) daerah setempat. Bimbingan ini bertujuan untuk mematangkan persiapan mereka sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci. Kegiatan penting ini menjadi fondasi bagi jemaah untuk memahami seluruh rangkaian ibadah haji.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Mulyono Hilman Hakim, menyatakan bahwa pelaksanaan bimbingan manasik haji ini telah dimulai sejak 12 Februari 2026 dan berlangsung selama empat hari ke depan. Program intensif ini dijadwalkan selesai pada 16 Februari 2026, memberikan bekal yang cukup bagi para peserta.
"Sesuai jadwal yakni di tanggal 12, 14, 15 dan 16 Februari 2026, bertempat di 13 masjid yang telah ditentukan oleh kami," kata Hilman di Cikarang, Sabtu. Bimbingan manasik ini adalah bagian dari pembinaan terpadu dan terintegrasi secara nasional untuk memastikan kesiapan jemaah.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Matang Calon Jemaah Haji Bekasi
Bimbingan manasik haji ini merupakan langkah krusial dalam mempersiapkan jemaah calon haji agar memahami tata cara serta rangkaian ibadah haji sebelum terbang ke Tanah Suci. Proses ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai setiap rukun dan wajib haji yang akan dijalankan. Seluruh materi disampaikan secara komprehensif oleh para pembimbing.
Berdasarkan data dari Kementerian Agama, tercatat ada 3.346 jemaah calon haji dari seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Bekasi yang mengikuti kegiatan bimbingan manasik tahun 2026. Angka ini menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi dari para calon tamu Allah. Mereka semua bertekad untuk melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya.
"Jadi jamaah yang telah melunasi biaya haji sebanyak 3.355 orang, sementara sembilan orang lainnya menunda. Dengan demikian, jumlah jamaah yang mengikuti bimbingan manasik pada tahun ini sebanyak 3.346 orang," jelas Hilman. Ini memastikan bahwa hanya jemaah yang benar-benar siap yang akan mengikuti bimbingan manasik haji Bekasi ini.
Advertisement
Advertisement
Tujuan dan Manfaat Bimbingan Manasik Haji
Tujuan utama dari bimbingan manasik ini adalah untuk membentuk jemaah calon haji yang mandiri secara fisik dan mampu melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan fikih. Pemahaman yang kuat terhadap fikih haji akan membimbing jemaah dalam setiap langkah ibadah. Ini penting agar ibadah yang dilakukan sah dan diterima oleh Allah SWT.
Manasik haji tidak hanya berfokus pada aspek ritual, tetapi juga pada kesiapan mental dan spiritual. Jemaah dibekali dengan pengetahuan tentang adab dan etika selama di Tanah Suci, serta cara menghadapi berbagai situasi yang mungkin timbul. Dengan demikian, mereka dapat menuntaskan ibadah dengan khusyuk, tertib, dan mandiri.
Pelaksanaan ibadah haji di Madinah dan Makkah diharapkan dapat mengantarkan para jemaah meraih haji yang mabrur serta memiliki kesalehan sosial. Haji mabrur adalah dambaan setiap jemaah, yang dicirikan dengan perubahan positif dalam diri dan kontribusi kepada masyarakat. Bimbingan ini menjadi jembatan menuju pencapaian tersebut.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Kesehatan dan Kesiapan Fisik Jemaah
Hilman menjelaskan bahwa bimbingan manasik sesuai prosedur dilaksanakan setelah jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat istithaah. Syarat istithaah ini mencakup kemampuan fisik dan finansial yang memadai untuk menunaikan ibadah haji. Setelah itu, mereka juga harus telah melunasi biaya haji, sebelum mengikuti tahapan persiapan keberangkatan lainnya.
Ibadah haji bukan sekadar ibadah spiritual, melainkan juga membutuhkan kesiapan secara fisik, mental, serta ilmu yang kuat. Para jemaah diminta untuk selalu menjaga kesehatan sebelum keberangkatan ibadah haji, mengingat beratnya perjalanan dan rangkaian ibadah. Kebugaran fisik menjadi kunci utama agar dapat menjalankan seluruh rukun haji tanpa kendala.
"Kami mengimbau para jamaah Kabupaten Bekasi agar tetap menjaga kesehatan karena waktu pemberangkatan masih menunggu sekitar dua sampai empat bulan lagi," ujar Hilman. Ia menambahkan, "Mengingat ibadah haji bukan hanya sekadar ibadah spiritual, tetapi juga ibadah fisik yang cukup berat." Imbauan ini menekankan pentingnya menjaga stamina dan kebugaran tubuh secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews