Rentetan Demo di Daerah, PGI Ajak Masyarakat Jaga Ruang Perjuangan Tetap Bermoral dan Beradab
Demonstrasi di beberapa daerah bentuk solidaritas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang meninggal tertabrak mobil Rantis Brimob.
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Manuputty angkat bicara terkait demonstrasi pelbagai elemen masyarakat di sejumlah daerah. Rentetan demonstrasi itu dilakukan sejumlah massa sebagai bentuk solidaritas terkait kematian Affa Kurniawan, driver ojek online meninggal dunia ditabrak kendaraan rantis Brimob Polda Metro Jaya.
Jacklevin mengingatkan masyarakat untuk menjaga agar ruang perjuangan tetap berlandaskan moral dan menghindari tindakan anarkis.
"Menyerukan kepada masyarakat agar tidak membiarkan amarah mengaburkan akal sehat. Kita butuh ketenangan, bukan karena kita lemah, tapi karena kita ingin tuntutan-tuntutan kita dicapai dengan bermartabat," kata Manuputty dalam keterangan tertulis Sabtu (30/8).
Manuputty mengajak semua pihak untuk menjaga agar perjuangan tetap beradab dan tidak melenceng dari nilai-nilai kemanusiaan.
Penanganan Demonstrasi Berlebihan
Dia menegaskan bahwa demonstrasi seharusnya tidak dipandang sebagai suatu ancaman, melainkan sebagai refleksi dari ketidakpuasan yang tidak dapat lagi ditekan, serta harapan yang selalu diabaikan.
Manuputty juga memberikan kritik terhadap cara penanganan demonstrasi yang sering kali melibatkan kekerasan berlebihan dari aparat keamanan.
“Alangkah pilu ketika suara-suara para demonstran itu dibalas dengan kekerasan. Ketika tangan yang seharusnya melindungi justru menindas. Ketika gas air mata serta meriam air menggantikan dialog, dan pentungan menggantikan empati. Kita tidak sedang menjaga ketertiban; kita sedang mengkhianati keadilan,” ujar dia.
Kebijakan Memicu Kemarahan Masyarakat
Manuputty menegaskan kepada para politisi agar tidak menjadikan kemarahan masyarakat sebagai alat untuk kepentingan politik.
Dia menjelaskan bahwa kemarahan tersebut muncul akibat kebijakan yang merugikan dan kepemimpinan yang tidak peduli.
"Jangan pura-pura lupa, kemarahan rakyat bukan datang dari ruang kosong. Ia lahir dari janji-janji yang dikhianati, dari kebijakan yang menyakiti, dari kepemimpinan yang abai. Jangan mempolitisir luka yang kalian torehkan," tutur Manuputty.
Menurut Manuputty, penting bagi para pemimpin untuk memahami akar dari kemarahan rakyat. Dia mengingatkan bahwa reaksi masyarakat bukanlah tanpa sebab, melainkan hasil dari tindakan yang dianggap tidak adil. Oleh karena itu, para politisi seharusnya lebih sensitif terhadap suara rakyat dan tidak menggunakan kemarahan tersebut untuk kepentingan politik mereka.
Polisi Diminta Usut Kematian Affan Kurniawan
Terkait dengan insiden yang menewaskan pengemudi ojek online (ojol) akibat dilindas oleh kendaraan taktis Brimob, PGI meminta agar aparat penegak hukum menangani kejadian tragis ini dengan cara yang jujur dan transparan, serta mengesampingkan aspek impunitas. Manuputty menegaskan bahwa tidak hanya aparat penegak hukum yang perlu bertindak, tetapi seluruh bangsa Indonesia harus memiliki keberanian untuk mengakui kesalahan dan melakukan perbaikan.
Dia mengajak masyarakat untuk membangun negara ini melalui proses refleksi, bukan dengan tindakan repressive. "Bukan dengan ketakutan, tetapi dengan keberanian untuk berubah. Suara rakyat bukan untuk dibungkam, tetapi untuk didengar, dipahami, dan dijadikan arah," pungkasnya. Dengan demikian, penting bagi kita semua untuk mendengarkan aspirasi rakyat dan menjadikannya sebagai pedoman dalam pembangunan bangsa ke depan.