Realisasi PAD Parkir Berlangganan Tulungagung Triwulan Pertama Capai 21 Persen, Dishub Optimistis Meningkat

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari program parkir berlangganan di Tulungagung pada triwulan pertama 2026 baru mencapai 21 persen dari target tahunan, namun Dinas Perhubungan tetap optimistis akan peningkatan signifikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Realisasi PAD Parkir Berlangganan Tulungagung Triwulan Pertama Capai 21 Persen, Dishub Optimistis Meningkat
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari program parkir berlangganan di Tulungagung pada triwulan pertama 2026 baru mencapai 21 persen dari target tahunan, namun Dinas Perhubungan tetap optimistis akan peningkatan signifikan. (AntaraNews)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari program parkir berlangganan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan signifikan pada awal tahun ini. Pada triwulan pertama tahun 2026, realisasi PAD ini telah mencapai 21 persen dari target tahunan yang ditetapkan. Capaian ini menjadi indikator penting dalam pengelolaan sektor pendapatan daerah.

Angka tersebut setara dengan Rp2,6 miliar, meskipun target tahunan program parkir berlangganan mencapai Rp11,9 miliar. Dinas Perhubungan Tulungagung mengakui bahwa realisasi ini masih di bawah target ideal 25 persen untuk periode yang sama. Berbagai upaya strategis terus digencarkan untuk mencapai target yang lebih tinggi.

Mahendra Sulistiawan, Kepala Bidang Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Tulungagung, menjelaskan bahwa momen Hari Raya Idul Fitri turut memengaruhi capaian ini. Masyarakat cenderung memprioritaskan kebutuhan lain selama periode tersebut, yang berdampak pada aktivitas parkir.

Realisasi PAD dari parkir berlangganan di Tulungagung pada triwulan pertama 2026 mencapai 21 persen, atau sekitar Rp2,6 miliar. Angka ini merupakan bagian dari target tahunan sebesar Rp11,9 miliar yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah. Meskipun progresnya positif, masih ada ruang untuk peningkatan signifikan dalam pencapaian PAD Parkir Berlangganan Tulungagung.

Kabid Prasarana dan Perparkiran Dinas Perhubungan Tulungagung, Mahendra Sulistiawan, menyoroti bahwa capaian 21 persen ini belum maksimal. Idealnya, pada akhir triwulan pertama, realisasi dapat mencapai 25 persen untuk menjaga momentum. Faktor musiman seperti Hari Raya Idul Fitri disebut menjadi salah satu penyebab utama belum maksimalnya pendapatan.

Selama periode libur panjang Idul Fitri, fokus masyarakat beralih ke kebutuhan primer dan perjalanan. Hal ini secara langsung mengurangi intensitas penggunaan fasilitas parkir berlangganan. Dinas Perhubungan terus melakukan evaluasi mendalam terhadap program ini untuk mengidentifikasi kendala dan peluang yang ada.

Optimalisasi sistem dan pengawasan di lapangan menjadi fokus utama untuk memastikan target PAD dapat tercapai. Pemantauan rutin terhadap juru parkir dan area parkir juga terus diperkuat. Ini demi meningkatkan efektivitas program dan kepatuhan masyarakat dalam mendukung PAD Parkir Berlangganan Tulungagung.

Dinas Perhubungan Tulungagung tetap optimistis terhadap peningkatan realisasi PAD parkir berlangganan pada triwulan berikutnya. Mahendra Sulistiawan memproyeksikan adanya lonjakan pendapatan, terutama saat periode pembayaran pajak kendaraan. Kebijakan pemutihan pajak juga diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam program ini.

Untuk mendukung optimalisasi PAD, Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat agar tidak memberikan uang kepada juru parkir tidak resmi. Langkah ini krusial untuk memastikan seluruh pendapatan masuk ke kas daerah sesuai prosedur yang berlaku. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar mereka memahami mekanisme parkir berlangganan secara menyeluruh.

Selain itu, juru parkir resmi juga terus diingatkan agar tidak menarik retribusi dari kendaraan berpelat nomor Tulungagung. Kendaraan tersebut telah terdaftar dalam program parkir berlangganan dan seharusnya bebas biaya tambahan. Bagi kendaraan dari luar daerah, pengguna dapat meminta karcis sebagai bukti pembayaran parkir yang sah.

Pendapatan dari program parkir ini tidak hanya untuk kas daerah Tulungagung. Pembagian pendapatan parkir juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Polres Tulungagung. Hal ini sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi