Kemacetan parah di akses menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali terjadi hampir sepekan terakhir. Hingga Selasa (3/11/2026), antrean kendaraan yang didominasi truk logistik membentang sekitar 4,5 kilometer. Kondisi ini mengganggu arus penyeberangan Ketapang–Gilimanuk menuju Bali.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang menjelaskan, penumpukan dipicu fenomena air laut yang surut secara drastis. Dalam dua hari berturut-turut, surut terjadi pada pagi dan sore sehingga kapal-kapal tak dapat bersandar di tiga dermaga Landing Craft Machine (LCM). Dampaknya, penyeberangan ketapang-gilimanuk untuk angkutan barang tersendat.
Setiap kali periode surut terjadi, ASDP membutuhkan waktu pemulihan hingga 11 jam untuk mengalirkan kembali arus kendaraan dari jalan raya menuju buffer zone, kantong antrean, hingga naik ke geladak kapal. Hambatan ini membuat distribusi logistik ke Pelabuhan Gilimanuk tertahan.
"Yang pasti terdampak di LCM. Tiga dermaga saat air surut membuat kapal-kapal tidak bisa sandar sama sekali. Dampak paling berat dialami kendaraan logistik, terutama truk-truk besar," ujar General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Media Syahrianto, Selasa (3/11/2026).
Untuk mengurai kemacetan, ASDP bersama pemangku kepentingan di pelabuhan menjalankan tiga langkah percepatan: mengajukan penambahan dan pengerahan kapal berkapasitas besar, menerapkan skema tiba bongkar berangkat tanpa jeda lama, serta memangkas durasi pemuatan kendaraan di dermaga yang masih beroperasi.
"Selain itu, pengerukan alur dan kolam pelabuhan telah kami lakukan di Pelabuhan Gilimanuk untuk meminimalkan dampak pendangkalan saat pasang surut ekstrem terjadi," tambahnya.
Media Syahrianto menyebut terdapat kenaikan volume kendaraan logistik sekitar 3 persen. Angka ini masih dipantau karena sebagian armada truk belum masuk ke sistem pencatatan jadwal antrean resmi.
Dalam kondisi normal, lintasan Ketapang–Gilimanuk idealnya bisa memfasilitasi 1.100 hingga 1.200 unit kendaraan logistik per hari agar arus barang tidak tertahan. Jika cuaca bersahabat dan tidak terjadi lonjakan tonase mendadak, antrean kendaraan diproyeksikan dapat terserap penuh ke dalam buffer zone Bulusan pada Selasa (3/11).
"Kalau faktor dermaga oke semua dan kapal tidak ada masalah, operasional berjalan lancar. Tapi kalau faktor cuaca, kita tidak bisa melawan. Kami benar-benar harus menunggu alam membaik," pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388647/original/034697100_1793663233-image_870x580_6ae44276c8df1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388809/original/091601700_1793682901-IMG-20261103-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4490122/original/016962100_1688451308-20230704-Wakil-Ketua-Komisi-III-DPR-Habiburokhman-Faizal-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9343642/original/087286100_1788864256-Konpers_Berton.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388750/original/075274000_1793677919-IMG_20261102_174548.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9368056/original/046114700_1791373989-IMG_4668.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206396/original/054853600_1666927511-kapolri-copot-kapolres-muara-enim-usai-dilaporkan-istri-berselingkuh.jpg)