Pelarian Dua Pelaku Penikam Mahasiswa Makassar Berakhir di Takalar

Pelaku mengaku menikam korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan badik yang masing-masing dua kali pada paha kanan dan satu kali pada betis kanan.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar- Reporter
Pelarian Dua Pelaku Penikam Mahasiswa Makassar Berakhir di Takalar
Penangkapan pelaku penikaman seorang mahasiswa usai pulang dari THM di Kota Makassar.

Anggota Jatanras Polrestabes Makassar bersama Resmob Polda Sulsel mengungkap kasus pengeroyokan dan penikaman hingga korban meninggal dunia di Jalan Boulevard, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, pada Selasa (27/10) dini hari. Polisi menangkap dua orang pelaku yakni I (21) dan MA (23) di Kabupaten Takalar.

Kanit Resmob Polda Sulsel Komisaris Wawan Suryadinata mengatakan dua pelaku dibekuk usai berusaha melarikan diri ke wilayah Kabupaten Takalar. Wawan mengaku pengungkapan setelah pelapor menerima telepon dari saudara korban sekitar pukul 05.00 Wita. "Usai mendapat laporan kami melakukan penyelidikan dan mendapat informasi jika terduga pelaku berada di Kabupaten Takalar," tuturnya.

Saat itu, personel Jatanras Polrestaebes Makassar dan Resmob Polda Sulsel bergerak ke Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara menangkap pelaku MA. Sementara pelaku I, kata Wawan, sebelumnya telah menyerahkan diri ke Polsek Polut Takalar.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku I adalah yang melakukan penikaman terhadap korban," ungkapnya.

Wawan menjelaskan pelaku mengaku menikam korban sebanyak tiga kali dengan menggunakan badik yang masing-masing dua kali pada paha kanan dan satu kali pada betis kanan. Badik tersebut dilaporkan sempat tertancap di betis kanan korban.

"Pelaku sebelumnya mengambil badik di jok motornya. Setelah itu, badik itu diselipkan di pinggang kiri. Badik itu yang digunakan pelaku menikam korban," bebernya.

Sementara pelaku MA mengaku menganiaya korban dengan memukul dan membantingnya.

"Pelaku mengakui turut melakukan penganiayaan dengan cara membanting korban dan memukul bagian pelipis korban sebanyak satu kali," ungkapnya.

Wawan menjelaskan kronologi kejadian berawal cekcok yang terjadi antara korban dengan teman pelaku usai pulang dari tempat hiburan malam (THM).

"Terjadi cekcok antara kelompok korban dan pelaku. Mereka sebelumnya dari THM," kata dia.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti rekaman CCTV, sarung badik, dan baju korban serta pelaku. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif dan kronologi lengkap.

Rekomendasi