Pilu Bayi di Bulukumba Meninggal Usai 10 Hari Tak Bisa Makan dan Minum

Ironi Bayi di Bulukumba Sulsel Meninggal Dunia Usai Viral 10 hari tak Bisa Makan dan Minum

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar- Reporter
Pilu Bayi di Bulukumba Meninggal Usai 10 Hari Tak Bisa Makan dan Minum
Bayi Nakla saat menjalani perawatan di RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba. (tangkapan layar video).

Bayi berusia 1 tahun bernama Nakla Syafira meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Raja Bulukumba. Sebelumnya, bayi Nakla viral media sosial usai video sang nenek bernama Raniah menyampaikan jika cucunya tersebut belum makan dan minum selama 10 hari.

Ketua RW di Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Rahmi Amrahi membenarkan kabar bayi Nakla meninggal dunia. Rahmi menyebut Nakla meninggal dunia pada Kamis (29/10) di Rumah Sakit Umum Daerah slthan Dg Raja Bulukumba.

"Nakla meninggal pukul 03.00 Wita di rumah sakit setelah menjalani perawatan," ujar Rahmi, Jumat (30/10).

Rahmi mengaku mengetahui kondisi Nakla saat sang nenek datang melapor jika cucunya sudah 10 hari tidak bisa makan dan minum susu. Dia juga meluruskan informasi terkait bayi Nakla tidak makan dan minum selama 10 hari.

"Di sini saya luruskan informasinya yang benar itu Nakla tidak bisa makan dan minum selama 10 karena sakit. Bukan tidak dikasih makan dan minum," kata dia.

Karena itulah, Rahmi bersama Raniah membawa Nakla ke RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba untuk mendapatkan penanganan. Nakla akhirnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Sulthan Dg Radja selama 9 hari. Namun, takdir berkata lain. Nakla dinyatakan meninggal dunia.

"Setelah sembilan hari dirawat, Nakla meninggal dunia," tutur dia.

Rahmi kembali menegaskan jika Nakla meninggal dunia akibat sakit yang membuatnya tidak bisa makan dan minum. Bahkan, Rahmi menyampaikan jika Rania sebelumnya sudah mendapatkan bantuan sosial pangan dari Bulog.

"Tapi, anak ini sakit. Sempat demam dan kejang saat berada di rumah," ujar dia.

Rahmi menjelaskan Nakla selama ini dirawat neneknya. Sebelumnya, ibunya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan Nakla.

Sementara ayahnya, bekerja sebagai sopir truk yang sering keluar daerah. Rahmi mengakui jika keluarga orang tua Nakla merupakan warga miskin.

"Kalau mamanya dulu biasa cari kerang atau kalau ada bekas potong padi orang yang tertinggal, dikumpulkan baru dijemur di pabrik. Hanya itu penghasilannya,” kata dia.

 

Penjelasan Pemkab Bulukumba

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Dinas Komunikasi dan Informatika Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad meluruskan informasi terkait bayi Nakla yang tidak makan selama 10 hari. Ayatullah menjelaskan penyebab bayi Nakla tidak bisa makan dan minum saat itu karena sedang sakit.

"Nakla tidak makan atau minum susu karena sakit. Bukan karena tidak ada makanan atau tidak ada susu disiapkan," ujar Ayatullah.

Bahkan Ayatullah menyampaikan ayah Nakla menyampaikan protes terkait narasi anaknya meninggal dunia karena dianggap tidak mampu membiayai anaknya.

"Justru ketika Nakla ini viral, ayahnya keberatan, karena dianggap tidak mampu hidupi anaknya," kata dia.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris mengatakan kasus meninggalnya bayi Nakla harus menjadi perhatian bagi Pemkab Bulukumba agar kebutuhan dasar masyarakat bisa dipenuhi. Dia menegaskan Pemkab Bulukumba harus memperkuat data warga yang rentan secara ekonomi.

"Pendataan dan penanganan terhadap warga rentan masih dianggap tidak dilakukan dengan serius. Sehingga banyak warga miskin akhirnya tak mendapatkan pertolongan dasar seperti layanan kesehatan," pungkansya.

 

Rekomendasi