Tim SAR gabungan menemukan Andika Pratama (17), remaja yang dilaporkan hanyut terseret arus di Sungai Payajambu, Desa Pekan Selesai, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari ketiga pencarian, Selasa (27/10) dini hari.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 01.50 WIB di pinggiran sungai, sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan upaya pencarian secara terkoordinasi sejak laporan kejadian diterima. Pencarian dilakukan melalui penyisiran di permukaan air dan sepanjang tepian sungai, serta didukung penggunaan peralatan SAR untuk membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” kata Hery, Rabu (28/10).
Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian hari ketiga diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
Hery menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Minggu (25/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Andika bersama tiga temannya sedang mandi di Sungai Payajambu. Ketika hendak menyeberangi sungai, korban diduga kelelahan hingga hanyut terbawa arus. Teman-temannya sempat berusaha menolong, tetapi korban terlepas dan kembali terseret arus.
"Teman korban kemudian melakukan pencarian awal, tetapi Andika belum ditemukan. Laporan kejadian selanjutnya disampaikan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Langkat kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan," jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Hery, enam personel tim penyelamat dikerahkan ke lokasi pada Minggu. Tim SAR gabungan kemudian berkoordinasi dengan Polsek Selesai, BPBD Langkat, dan pemerintah setempat untuk melakukan pencarian. Pencarian dilakukan melalui dua unit pencarian atau *Search and Rescue Unit* (SRU).
"Tim pertama menyisir sekitar lokasi kejadian menggunakan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye, kemudian melanjutkan penyisiran permukaan sungai menggunakan perahu *rigid inflatable boat* (RIB) atau LCR sejauh sekitar satu kilometer ke arah hilir," ungkap Hery.
Sementara itu, tim kedua melakukan penyisiran darat di sepanjang tepian sungai sejauh sekitar satu kilometer ke arah hilir. Selanjutnya, Hery mengimbau masyarakat agar berhati-hati ketika beraktivitas di sungai, terutama saat menyeberang.
"Warga diminta memperhatikan kondisi arus dan kedalaman sungai serta tidak memaksakan diri ketika kelelahan," tandas Hery.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386479/original/057780300_1793348215-IMG-20261028-WA0062.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386433/original/037296500_1793347763-Atlet_silat_Blora_kejang-kejang_di_Porprov_Jateng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386091/original/010259300_1793328251-1000801598.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3544705/original/095321700_1629348830-ilustrasi-mayat_20170616_132436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386218/original/070068500_1793337445-IMG_1322.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386157/original/061238200_1793334603-IMG-20261030-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9386081/original/083061100_1793326903-Screenshot_2026-10-30_091513.jpg)