Detik-Detik Pencuri Kepergok Pemilik Rumah, Berakhir Tewas Diamuk Massa

Duel berdarah terjadi di Randuacir, Salatiga. Maling tewas diamuk massa usai diduga menggasak warung dan kamar penghuni. Polisi menyelidiki.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono- Reporter
Detik-Detik Pencuri Kepergok Pemilik Rumah, Berakhir Tewas Diamuk Massa
Pencuri rokok tewas dimassa usai mencuri di toko kelontong ini (Istimewa)

Suasana di Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam. Aksi pencurian di sebuah warung yang menyatu dengan rumah warga berujung perkelahian berdarah.

Seorang pria yang diduga sebagai pencuri tewas setelah menjadi sasaran amuk massa pada Kamis (29/10/2026) dini hari.

Peristiwa bermula saat pria tersebut menyusup ke warung milik warga ketika sebagian besar penghuni rumah sedang terlelap. Pelaku diduga mengambil sejumlah uang tunai dan rokok sebelum melanjutkan aksinya ke bagian rumah lainnya.

Tak berhenti di warung, pelaku kemudian masuk ke kamar anak pemilik rumah dengan maksud mencuri telepon seluler. Namun, aksinya diketahui penghuni rumah yang terbangun dari tidur.

Aksi pencurian itu pun berubah menjadi perkelahian sengit antara pelaku dan pemilik rumah. Dalam pertarungan tersebut, pelaku diduga menggunakan pecahan kaca untuk menyerang korbannya.

Pemilik rumah, Brian Damara, mengalami sejumlah luka akibat serangan tersebut. Luka sayatan terdapat di bagian lengan, ketiak, hingga kaki.

Brian menuturkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 01.30 WIB. Pelaku masuk melalui sudut bangunan, kemudian menyatroni warung dan mengambil sejumlah barang.

"Pelaku masuk dari pojok, lalu masuk ke warung. Dia mengambil rokok, kemudian uang. Mungkin uang yang diambil dirasa belum cukup, akhirnya dia masuk ke kamar saya," ujar Brian.

Saat berada di kamar Brian, pelaku diduga berusaha mengambil telepon genggam miliknya. Namun, aksi tersebut kepergok hingga keduanya terlibat perkelahian.

"Ketahuan saya saat dia (pencuri) mau mengambil HP. Dia malah tertawa-tawa, lalu memukul saya. Saya juga melawan untuk membela diri," terang Brian.

Brian mengaku perkelahian berlangsung cukup lama, bahkan mencapai sekitar satu jam. Dalam kejadian itu, ia mengalami luka di bagian tangan dan kaki akibat serangan pelaku.

"Perkelahiannya sekitar satu jam di dalam kamar. Saya mengalami luka di tangan dan kaki. Pelaku tidak membawa senjata, tetapi menggunakan pecahan kaca yang ada di kamar," ungkapnya.

Warga Berdatangan

Keributan di dalam rumah mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berdatangan setelah mendengar teriakan minta tolong dari penghuni rumah.

Brian mengatakan, saat itu sejumlah warga sudah berkumpul di luar rumah dan berusaha mencari tahu kejadian yang sedang berlangsung.

"Simbah saya berteriak minta tolong, juga berteriak maling-maling, supaya keluarga keluar semua. Warga di luar sudah banyak dan suasananya ramai," tuturnya.

Ketika pelaku dibawa keluar rumah, warga yang telah berkumpul langsung menghadangnya. Namun, Brian mengaku tidak mengetahui secara pasti tindakan yang dilakukan warga terhadap pria tersebut.

"Saya kurang tahu setelah pelaku dibawa keluar rumah, warga memukul atau melakukan apa saja. Saat itu warga sudah ramai dan suasananya gaduh. Setelah kejadian, saya pergi ke rumah sakit," imbuhnya.

Brian mengaku belum mengetahui identitas lengkap pria yang diduga sebagai pelaku pencurian tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pria itu berusia sekitar 44 tahun dan berasal dari wilayah Tembalang, Semarang.

Pria tersebut disebut tinggal di sebuah rumah kos di Salatiga, tidak jauh dari rumah sakit umum.

Emosi warga diduga tersulut setelah mengetahui aksi pencurian tersebut. Pria yang dituduh sebagai pelaku kemudian menjadi sasaran amuk massa hingga meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum petugas kepolisian tiba.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan yang berujung kematian tersebut.

Sutopo mengatakan, polisi masih mendalami rangkaian peristiwa, mulai dari dugaan pencurian hingga pengeroyokan yang menyebabkan pria tersebut meninggal dunia.

"Kasus dugaan pencurian yang berakhir kematian ini masih dalam penyelidikan aparat Satreskrim Polres Salatiga," ujar Ipda Sutopo kepada wartawan.

Rekomendasi