Polri mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi secara tertib, aman, dan damai pada Rabu (28/10/2026).
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan, penyampaian aspirasi di muka publik merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada peserta aksi di sejumlah daerah yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib, aman, dan damai,” kata Johnny dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Hal tersebut, menurut Johnny, menunjukkan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat dapat berjalan seiring dengan kesadaran menjaga ketertiban dan menghormati hak masyarakat lainnya.
Johnny mengatakan, situasi yang aman dan kondusif terwujud berkat kerja sama masyarakat dan kepolisian. Polri, lanjutnya, berkomitmen melayani penyampaian aspirasi dengan mengedepankan pendekatan humanis, menghormati hak asasi manusia, serta bertindak sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan.
“Komitmen tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara aman sekaligus menjaga ketertiban bersama,” jelasnya.
Johnny berharap kebersamaan dan komunikasi dengan masyarakat terus terjaga. Dengan demikian, penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib melalui dialog dan sikap saling menghormati, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
“Polri menegaskan bahwa pelayanan terhadap penyampaian aspirasi merupakan bagian dari komitmen untuk selalu hadir, mendengar, dan melayani masyarakat demi terwujudnya keamanan dan ketertiban bersama,” tutup Johnny.
Advertisement
Kapolda Hadir di Tengah Demo
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto mengimbau massa aksi untuk pulang ke rumah masing-masing. Dadang juga mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyampaikan pendapat dengan baik dan damai.
“Tolong jangan lempar-lempar. Adik-adikku tolong pulang. Ya, tolong pulang Adik-adikku,” kata Dadang.
“Untuk rekan-rekan mahasiswa, saya ucapkan terima kasih karena telah menyampaikan pendapat dengan baik dan damai,” tuturnya.
Dadang juga menegaskan bahwa massa yang masih bertahan di lokasi bukan mahasiswa. Ia mengimbau mereka agar tidak berbuat anarkis atau memicu kericuhan.
“Yang tinggal, ya, kalau yang tinggal ini bukan mahasiswa. Yang tinggal bukan mahasiswa,” ungkapnya.
“Yang tinggal, saya minta jangan berbuat, jangan menjadi perusuh,” ujar Dadang.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384774/original/038325300_1793181690-acb05ccd-96ac-43c1-a857-a71af48731fc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385020/original/087819700_1793206772-1324141.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384359/original/033163200_1793168006-IMG_20261028_130317.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4295762/original/070036900_1674104872-ilustrasi_korupsi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381978/original/020745200_1792916852-Detik-detik_byd_lindas_driver_ojol_di_kawasan_blok-m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340027/original/072403100_1788447378-efac7633-b210-41f1-84cf-33caa6be2e9f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384922/original/088568100_1793194068-Hands-On_Mobile_MOBA_Gaming.jpg)