Pemandangan tidak biasa terjadi saat kepolisian menggelar pra-rekonstruksi kasus pembunuhan sadis terhadap Dini Hardiyanti (30) dan putranya, AGF (4), di Madiun, Jawa Timur. Tersangka Dwi Bagus Martono (40) terlihat seperti hendak bersimpuh di hadapan seorang perempuan diduga merupakan istri sahnya.
Momen tersebut berlangsung di rumah pribadi tersangka, Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Madiun, Jawa Timur, pada Selasa (27/10).
Perempuan diduga istri pertama Dwi Bagus itu terlihat berbincang dengan tersangka seusai pelaksanaan pra-rekonstruksi. Pertemuan keduanya berlangsung di belakang rumah yang sebelumnya menjadi lokasi pembunuhan korban.
Dalam pertemuan singkat tersebut, Dwi Bagus sempat memperlihatkan gerakan tubuh seolah hendak bersimpuh di hadapan perempuan itu.
Belum diketahui apa yang dibicarakan keduanya. Begitu pula maksud gerakan tersangka yang terlihat seperti hendak merendahkan tubuh di hadapan perempuan tersebut.
Momen ini menjadi perhatian lantaran persoalan rumah tangga dan hubungan tersangka dengan korban sebelumnya mencuat dalam pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak yang menggemparkan masyarakat tersebut.
Dini diketahui merupakan istri siri Dwi Bagus. Sementara itu, tersangka masih memiliki istri pertama. Persoalan hubungan rumah tangga tersebut menjadi bagian dari latar belakang kasus yang tengah didalami penyidik.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast membenarkan adanya kegiatan pra-rekonstruksi yang dilaksanakan penyidik Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Madiun. Namun, Jules mengaku tidak mengetahui isi percakapan antara tersangka dan perempuan yang diduga merupakan istri sahnya tersebut.
"Hehehe enggak ada mas. Teman-teman penyidik yang kegiatan di Madiun (pra rekonstruksi)," ujar Jules saat dikonfirmasi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384131/original/026691200_1793158861-IMG-20261028-WA0004.jpg)
Advertisement
Dwi Bagus Peragakan 48 Adegan
Sementara itu, dalam pra-rekonstruksi tersebut, penyidik menghadirkan langsung Dwi Bagus untuk memperagakan rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan pembunuhan Dini dan anaknya.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Jumhur Arbaridi mengatakan, sebanyak 48 adegan diperagakan di tiga lokasi berbeda.
"48 adegan diperagakan untuk mencocokkan keterangan tersangka," ujar dia.
Lokasi pertama berada di Hotel Mataram Baru, Jalan dr Soetomo, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Selanjutnya, penyidik membawa tersangka ke rumah orang tuanya di Gang Tentrem, Jalan Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo.
Sedangkan lokasi terakhir berada di kediaman pribadi tersangka di Jalan Kunir Nomor 13, Kelurahan Ngegong. Rumah tersebut menjadi lokasi penting karena berkaitan dengan eksekusi kedua korban.
Sebagai informasi, kasus pembunuhan ini bermula ketika Dini bersama putranya berencana merayakan ulang tahun sang anak di kawasan wisata Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, pada September 2026.
Namun, rencana perayaan ulang tahun tersebut justru berakhir tragis. Dini dan anaknya diduga dibunuh oleh Dwi Bagus, pria yang selama ini menjalin hubungan pernikahan siri dengan korban.
Dalam pengungkapan perkara ini, polisi menemukan fakta bahwa tersangka diduga berupaya menghilangkan jejak pembunuhan dengan cara menghancurkan jasad kedua korban.
Jasad korban dibakar menggunakan tungku buatan, kemudian sisa pembakaran digiling dengan mesin. Material tersebut selanjutnya dibakar kembali sebelum dibuang ke aliran sungai.
Akibat tindakan itu, penyidik kesulitan menemukan jasad korban dalam kondisi utuh. Polisi hanya menemukan sejumlah serpihan tulang yang diduga berkaitan dengan kedua korban.
Kasus tersebut akhirnya terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas laporan hilangnya Dini dan putranya.
Kini, penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut, termasuk mencocokkan keterangan tersangka dengan adegan yang diperagakan dalam pra-rekonstruksi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384132/original/038261400_1793158861-IMG-20261028-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379224/original/034226400_1792578866-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_17.33.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378957/original/068464500_1792569287-IMG_0364.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377611/original/065727200_1792471085-IMG_5844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384111/original/092150800_1793157867-IMG-20261027-WA0075.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9360396/original/082425800_1790644628-IMG_4262.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384078/original/075910800_1793155970-Atlet_Silat_Semarang_Meninggal_Dunia.jpg)