Kebakaran Hutan Hanguskan Makam Leluhur di Toraja

Api yang membakar semak dan hutan di atas tebing merambat turun hingga melahap liang-liang batu yang menjadi peristirahatan terakhir warga.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar- Reporter
Kebakaran Hutan Hanguskan Makam Leluhur di Toraja
Kawasan pekuburan batu Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang terbakar. (Istimewa)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merembet hingga ke tempat sakral di Toraja yaitu pekuburan batu Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Akibatnya, ratusan peti mayat hangus terbakar.

Api yang membakar semak dan hutan di atas tebing merambat turun hingga melahap liang-liang batu yang menjadi peristirahatan terakhir warga.

 

Kawasan pekuburan batu Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang terbakar. (Istimewa)
Kawasan pekuburan batu Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang terbakar. (Istimewa)

Liang Pongtimban bukan pemakaman biasa. Itu adalah makam tradisional Toraja berupa lubang-lubang di tebing batu, tempat satu liang digunakan untuk satu rumpun keluarga secara turun-temurun. Sejak zaman leluhur, ratusan peti jenazah disemayamkan di sana. Kini, semuanya jadi abu.

Lurah Baruppu' Selatan, Natan Pongtoko, langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Toraja Utara pada Sabtu (24/10) malam. Ia menemui langsung Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi Rakhmat Sudrajat.

"Saya sudah ke Polres melapor supaya Polres Toraja Utara mengusut tuntas kejadian ini," tutur Natan.

Natan meminta polisi menyelidiki penyebab kebakaran dan memproses hukum jika ada unsur kesengajaan.

 

Kawasan pekuburan batu Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang terbakar. (Istimewa)
Kawasan pekuburan batu Liang Pongtimban, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, yang terbakar. (Istimewa)

Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ruxon membenarkan laporan tersebut telah diterima.

"Besok kami lengkapi administrasinya," ujar Ruxon.

Karhutla yang menghanguskan situs pemakaman leluhur ini tidak hanya meninggalkan kerugian materi, tapi juga luka mendalam bagi masyarakat adat Toraja yang sangat menghormati arwah leluhur.

Rekomendasi