Polisi menangkap delapan orang atas dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Bali. Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) AKBP Chandra C. Kesuma mengatakan, pihak kepolisian mengungkap lima perkara penyalahgunaan BBM.
"Pengungkapan ini, merupakan tindak lanjut dari penyelidikan berkelanjutan yang dilakukan kepolisian menyusul terjadinya kelangkaan BBM," kata AKBP Chandra, di Mapolda Bali, Senin (19/10).
Dari hasil pengungkapan tersebut, delapan orang terlapor atau pelaku diamankan dalam lima perkara. Polresta Denpasar menangkap empat orang laki-laki berinisial AK, AD, FR, dan MM, dengan barang bukti 9 jeriken kapasitas 30 liter berisi Pertalite, satu unit mobil Toyota Rush pelat nomor DK 1465 ADY dan 2 unit sepeda motor Yamaha Byson, 3 buah selang beserta mesin penyedot BBM, serta uang tunai Rp 1.260.000 yang diduga merupakan hasil penjualan BBM.
Kemudian, Polres Tabanan menangkap laki-laki berinisial RV dan WS. Untuk barang bukti 21 botol berukuran 1,5 hingga 4,5 liter berisi BBM Pertalite dan Pertamax, satu unit mobil Daihatsu Xenia pelat nomor DK 1941 FAM dan satu unit sepeda motor Yamaha R15 bernomor polisi DK 5606 GBP, selang, corong, serta uang tunai Rp 750.000.
Selanjutnya, Polres Gianyar menangkap dua perempuan berinisial NH dan AE, dengan barang bukti yang disita meliputi BBM jenis Pertalite dalam botol dan jeriken, satu buah tas berwarna biru, dua unit telepon genggam merek Samsung, serta satu unit sepeda motor merk Honda Scoopy berwarna putih DK 2893 FDR.
Dari para pelaku diamankan 9 jeriken berukuran 30 liter yang penuh berisi Pertalite dan sejumlah Pertalite yang terkemas dalam 28 botol plastik berukuran 1,5 dan 1 liter. Kemudian, uang hasil penjualan para pelaku juga turut disita.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376753/original/002697600_1792390503-1001384705.jpg)
Advertisement
Pertalite Dijual Rp 200 Ribu
Para pelaku menjual Pertalite dalam rentang Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per botolnya. Dari situ mereka bisa meraup omzet jutaan rupiah dalam beberapa hari. Salah satunya adalah komplotan pelaku di Denpasar berinisial AD, FR, dan MM yang mengantongi Rp 1,2 juta dari hasil penjualan selamamriha hari.
Mereka adalah pelaku dadakan yang memanfaatkan momen krisis BBM untuk mencari keuntungan di tengah situasi sulit.
"Para pelaku memanfaatkan momen ini kelangkaan untuk memperoleh keuntungan. Jadi rata-rata ini adalah pelaku dadakan," jelasnya.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, para pelaku diduga memperoleh BBM dengan cara membeli Pertalite di SPBU menggunakan kendaraan. Kemudian memindahkan BBM tersebut melalui proses penyedotan ke dalam wadah penampung, seperti botol plastik dan jeriken, untuk selanjutnya dijual kembali.
Ia menyampaikan, modus tersebut menjadi perhatian kepolisian karena penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi berpotensi mengganggu penyaluran BBM yang seharusnya dapat diakses masyarakat sesuai peruntukannya.
"Melalui upaya penegakan hukum dan kerja sama seluruh pihak, Polda Bali berharap distribusi BBM dapat berjalan normal sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi," ujarnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376751/original/081239900_1792390501-1001384411.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377041/original/032276700_1792402447-1001384785.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377027/original/077336600_1792401442-IMG-20261019-WA0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377006/original/045785900_1792400640-1001384764.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376948/original/014686800_1792399468-1000041765.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376936/original/055174600_1792399226-Resah_dan_bikin_tidak_nyaman__Seorang_pengguna_jalan_membagikan_pengalamannya_saat_naik_angkot_m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376886/original/053127100_1792396733-IMG-0011.jpg)