Antrean sepeda motor di SPBU Baktiseraga di Jalan Laksamana, Buleleng, Bali, bergerak tersendat di tengah tingginya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM). Di antara deretan pengendara yang menunggu, muncul pemandangan yang memicu kekesalan warga: sejumlah orang membawa botol plastik untuk diisi bensin dan menjualnya kembali di lokasi.
"Yang bikin geram, karena merasa bisa diisikan ke botol, mereka langsung parkirkan motor lalu mendatangi petugas tanpa ikut antrean kendaraan. Petugasnya juga terkesan tidak tegas," ujar Debby kepada Liputan6.com, Kamis (15/10/2026).
Menurut warga yang mengantre lama, tindakan egois itu memicu kemarahan. Polisi yang bertugas sempat memberikan teguran sehingga praktik pengisian ke botol berhenti sejenak, namun ketika perhatian petugas teralihkan ke titik antrean lain, aktivitas itu kembali muncul.
Advertisement
Beli Berulang dan Jual Langsung di Area SPBU
Permasalahan di lapangan ternyata tidak hanya soal penyerobotan antrean. Tasya, warga lain yang berada di lokasi, mengaku melihat orang yang sama bolak-balik antre untuk mengumpulkan bensin ke dalam beberapa botol, lalu menjualnya secara langsung kepada pengendara lain yang frustrasi menunggu antrean panjang.
"Ada orang yang sama antre berkali-kali sampai membawa banyak botol. Setelah diisi petugas, bensin itu langsung dijual di tempat. Bahkan saya lihat ada pengendara di antrean belakang yang akhirnya terpaksa membeli dari mereka," ungkap Tasya.
Tasya menambahkan praktik jual beli bensin secara instan di sekitar SPBU makin memperlambat laju kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar karena perhatian petugas terbagi untuk melayani pengisian botol. Meski aparat kepolisian menginstruksikan orang-orang berniat membeli bensin botolan untuk menunggu, jajaran botol plastik masih terlihat menumpuk di sekitar area antrean mobil.