Banjir bandang menerjang sejumlah pekon di Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (22/9/2026) dini hari. Warga sempat mengira kondisi sudah aman karena banjir sebelumnya berangsur surut.
Seorang warga Pekon Negara Batin, Jamal, menyebut air kembali datang sekitar pukul 01.25 WIB. Ia segera mengumumkan peringatan melalui musala setempat sebelum debit air meningkat cepat.
"Jam 1 lewat 25 menit. Pokoknya 01.30. Saya umumkan di musala, itu masih kecil. Ketika keluar dari musala, langsung gede. Gunung mendadak. Jadi enggak bisa ketemu lagi," kata Jamal, Rabu (23/9/2026).
Jamal menuturkan, banjir sebelumnya terjadi sekitar pukul 22.00 WIB dan sempat surut. Kondisi memburuk setelah tanggul di perbatasan Pekon Belu dan Pekon Negara Batin jebol.
"Tanggul kita antara tanggul Belu dengan Negara Batin ini jebol," ujarnya.
Menurutnya, wilayah perbatasan tersebut belum memiliki tanggul yang memadai sehingga limpasan dari Kali Belu menerjang permukiman saat tanggul jebol.
"Perbatasan Belu dan Negara Batin ini belum. Itu yang dikhawatirkan. Makanya jebol dari perbatasan semula ini," ungkapnya.
"Air ini limpahan dari air Belu, Kali Belu. Melanda, menjebolkan tanggul antara Pekon Suka Jadi, Negara Batin, dan Belu. Harapan kami selaku pemerintahan pekon, BPBD Kabupaten Tanggamus segera turun untuk meninjau lokasi," pintanya.
Advertisement
Dampak Banjir Bandang Tanggamus: 3 Pekon Terdampak
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan BPBD Tanggamus Hendarman Wahid menyampaikan banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan berdampak pada tiga pekon.
"Pada hari ini, Selasa, 22 September 2026, pada pukul 02.00 dini hari, telah terjadi banjir bandang yaitu di tiga pekon," kata Hendarman.
Ketiga wilayah tersebut adalah Pekon Negara Batin, Pekon Teba Bunut, dan Pekon Belu.
BPBD mencatat sekitar 150 kepala keluarga (KK) terdampak di Pekon Negara Batin. Jumlah yang sama juga tercatat di Pekon Belu.
Selain itu, sekitar 200 meter tanggul di Pekon Belu dilaporkan jebol. Di Pekon Teba Bunut, sekitar lima hektare sawah turut terendam.
Banjir juga menyebabkan 10 rumah rusak dan pagar sekolah dasar sepanjang 15 meter mengalami kerusakan.
BPBD menyebut kondisi air sudah berangsur surut dan warga yang sempat mengungsi diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
"Pada saat ini pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing dikarenakan pada saat ini air sudah mulai surut," tandasnya.