Erupsi Anak Krakatau Ganggu Jadwal di Bandara Lampung, Penumpang Menanti Kepastian

Aktivitas Anak Krakatau membuat penerbangan di Bandara Radin Inten II terganggu. Sejumlah penumpang membatalkan/menunda perjalanan. Ini cerita mereka.

Ardi Munthe
Oleh Ardi Munthe - Reporter
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Jadwal di Bandara Lampung, Penumpang Menanti Kepastian
Situasi penumpang di Bandara Lampung. (Liputan6.com/ Ardi Munthe)

Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung. Sejumlah penumpang terpaksa membatalkan atau menunda perjalanan karena sebaran abu vulkanik.

Kondisi ini membuat penumpang yang bepergian untuk urusan pekerjaan diliputi kecemasan. Mereka khawatir tak tiba sesuai jadwal dan berisiko terlambat masuk kerja.

Salah seorang penumpang, Hesti, sudah berada di Bandara Radin Inten II sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Ia sedianya terbang menuju Jakarta, namun hingga pagi hari belum ada kepastian keberangkatan.

"Saya sudah ngabarin atasan saya. Kalau buat besok saya belum tahu kabarnya, saya mesti gimana," kata Hesti, Senin (7/9/2026).

Hesti mengaku makin bingung setelah mengetahui penerbangannya terdampak pembatalan. Ia menyebut perjalanan jalur darat juga disebut mengalami kendala.

"Kalau untuk penerbangan jelas, hari ini cancel semua. Saya bingung juga. Kalau dapat info, Bakauheni juga ditutup," ujarnya.

Hesti kini menunggu informasi dari pihak maskapai terkait kepastian jadwal, apakah masih bisa berangkat hari yang sama atau harus menunda hingga esok hari.

Penumpang Tujuan Kalimantan Ikut Terimbas

Gangguan serupa dialami Hapis Widodo. Ia hendak melakukan perjalanan dari Negeri Besar menuju Singkawang, Kalimantan Barat, untuk bekerja.

Hapis sedianya terbang menggunakan Lion Air pada pukul 13.25 WIB. Jadwal itu berubah dan ditunda hingga pukul 18.00 WIB.

"Saya Lion Air jam 13.25. Terus delay sampai 18.00," kata Hapis.

Meski sudah ada perubahan jadwal, Hapis mengaku belum memperoleh kepastian apakah penerbangannya akan kembali ditunda atau bahkan dibatalkan. Ia juga belum mendapat informasi langsung dari maskapai.

Hapis menyatakan memahami kondisi yang menyebabkan gangguan penerbangan. Selain aktivitas Gunung Anak Krakatau, ia menyinggung kondisi asap di wilayah Pontianak sebagai pertimbangan dalam perjalanan udara.

"Kami memaklumi juga keadaan ini, Krakatau. Terus yang di Pontianak itu asap. Kami sudah memaklumi juga," ujarnya.

Namun ia berharap maskapai tetap memberikan informasi yang jelas kepada para penumpang karena kepastian jadwal berkaitan dengan pekerjaan.

"Yang penting ada penjelasan dari pihak maskapai," katanya.

Apabila penerbangan akhirnya dibatalkan, Hapis berharap tiket penumpang dapat diganti sesuai ketentuan.

"Yang penting tiket itu tetap diganti," imbuhnya.
Rekomendasi