Seokor beruang madu muncul ke perkebunan dan pemukiman di Lubuk Binjai, Lubuklinggau Selatan I, Lubuklinggau, Sumatra Selatan. Warga waspada karena kemunculannya sudah dua kali dalam tiga hari terakhir.
Kemunculan satwa buas dilindungi itu pertama kali diketahui oleh seorang pegawai PT KAI yang bekerja di perlintasan rel kereta api, Rabu (2/9). Saat itu, beruang keluar dari semak-semak dan berjalan santai.
Warga sempat merekam keberadaan beruang itu dan videonya viral di media sosial. Pemerintah setempat berkoordonasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk tindaklanjut.
Beruang itu kembali muncul dan masuk ke kebun warga di desa yang sama, Jumat (4/9). Beruang tersebut mengacak-acak tanaman di sekitar pondok. Kemunculan beruang itu membuat warga khawatir berangkat ke kebun. Apalagi binatang buas itu masih berkeliaran di area perkebunan karet dan durian yang tak jauh dari kampung.
"Sudah beberapa hari ini ada beruang madu muncul, terbaru pagi tadi," kata Camat Lubuklinggau Selatan I Reza, Jumat (4/9).
Reza menduga keluarnya beruang karena faktor cuaca yang panas. Binatang itu mencari makan dan minum di sekitar perkebunan dan pemukiman.
"Baru pertama kali ada kejadian seperti ini, mungkin karena kelaparan dan haus pengaruh kemarau," kata Reza.
Reza mengakui di sekitar lokasi terdapat hutan yang luas. Posisinya berbatasan langsung dengan Kabupaten Musi Rawas dan Rejang Lebong, Bengkulu.
"Kami minta segera lapor jika melihat keberadaannya, jangan sampai ada konflik," kata Reza.
Kasi Konservasi wilayah II BKSDA Sumsel Yusmono mengatakan, tim masih berada di lapangan untuk melakukan penyelidikan dan menggiring beruang ke habitat. Dia tidak mengetahui persis beruang madu masuk ke perkebunan dan pemukiman warga.
"Petugas sudah meluncur, kita cari tahu pemicunya karena apa," kata Yusmono.