Rumah Oksigen Disiapkan di Banjarbaru, Siapa yang Bisa Mengaksesnya?

Pemkot Banjarbaru menyiapkan rumah oksigen untuk warga terdampak kabut asap kebakaran hutan Kalimantan. Layanan tersedia 24 jam di titik tertentu.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Rumah Oksigen Disiapkan di Banjarbaru, Siapa yang Bisa Mengaksesnya?
Kondisi kabut atau asap karhutla di kawasan bandara internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru pada Jumat pagi, (8/9/2023). (Liputan6.com/ist)

Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menyiapkan rumah oksigen sebagai langkah cepat membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan kalimantan dan lahan (karhutla).

Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di tengah ancaman asap karhutla yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dr Ani Rusmila menyebut rumah oksigen disiapkan untuk memberikan pertolongan awal secara cepat sebelum penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

"Rumah oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan," ujar Ani di Banjarbaru, Jumat (4/9/2026).

Layanan Rumah Oksigen di Puskesmas Saat Kabut Asap Kebakaran Hutan Kalimantan

Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru menginstruksikan seluruh puskesmas untuk menyediakan rumah oksigen sesuai kemampuan dan jenis pelayanan masing-masing guna memperluas akses pertolongan bagi warga terdampak kabut asap.

Layanan rumah oksigen di PSC Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka beroperasi 24 jam, sementara puskesmas lainnya menyesuaikan dengan jam operasional masing-masing.

Keberadaan fasilitas ini diharapkan menjadi garda pertolongan awal bagi warga yang mulai mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan setelah terpapar asap, sehingga kondisi segera tertangani dan tidak berkembang lebih serius.

Namun, menurut Ani, masyarakat tetap diminta mengutamakan pencegahan dengan mengurangi paparan asap, terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki risiko gangguan pernapasan.

"Kepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru, mari cegah paparan asap dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum air yang cukup," kata Ani.

Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan rumah oksigen bukan pengganti layanan kesehatan lanjutan, melainkan fasilitas pertolongan awal untuk membantu warga mendapatkan oksigen secara gratis sebelum pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut jika kondisi membutuhkan.

Rekomendasi