Tiket Ragunan Diusulkan Naik Setelah 20 Tahun, Segini Angkanya

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengajukan penyesuaian tarif masuk setelah 20 tahun tak berubah, demi peningkatan layanan dan kesejahteraan satwa.

Muhamad Agil Aliansyah
Oleh Muhamad Agil Aliansyah - Reporter
Tiket Ragunan Diusulkan Naik Setelah 20 Tahun, Segini Angkanya
<p>Wisatawan saat mengamati jerapah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta, Jumat (14/5/2021). Pemprov DKI Jakarta pada libur Lebaran 2021 membuka sejumlah tempat wisata, salah satunya Taman Margasatwa Ragunan. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)</p>

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan mengusulkan penyesuaian tarif masuk setelah lebih dari 20 tahun tanpa perubahan. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus kesejahteraan satwa.

Wahyudi Bambang selaku Humas Taman Margasatwa Ragunan menyampaikan usulan tersebut dalam keterangan resminya. "Usulan penyesuaian tarif sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam beberapa tahun terakhir, tetapi hingga saat ini belum ditetapkan. Usulan tersebut kembali disampaikan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan," kata Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Ia menilai penyesuaian tarif perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan perkembangan kebutuhan pengelolaan kebun binatang, mulai dari pemeliharaan satwa, pemenuhan standar kesejahteraan, hingga perawatan fasilitas dan penguatan sarana-prasarana.

"Penyesuaian tarif bukan semata-mata mengenai kenaikan biaya bagi pengunjung, tetapi diharapkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan, menciptakan pengalaman berkunjung yang lebih baik, serta memastikan satwa mendapatkan perawatan dan lingkungan yang semakin berkualitas," ujar Wahyudi.

Fokus Peningkatan Layanan dan Kesejahteraan Satwa

Pemanfaatan potensi peningkatan pendapatan nantinya akan mengikuti ketentuan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Prioritas diarahkan pada peningkatan kesejahteraan satwa, termasuk pemenuhan kebutuhan pakan dan nutrisi, layanan kesehatan, perawatan, pengayaan perilaku (enrichment), serta perbaikan kualitas habitat dan lingkungan satwa.

Peningkatan juga menyasar fasilitas, sarana, dan prasarana pelayanan agar pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih aman, nyaman, edukatif, inklusif, dan berkualitas.

Dengan dorongan tersebut, Taman Margasatwa Ragunan ditargetkan berkembang sebagai lembaga konservasi yang modern, profesional, dan memenuhi standar pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional.

Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan di angka Rp 10.000.

Angka Rp 10.000 dinilai masih rasional dan ramah di kantong dibandingkan sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Rekomendasi