Gus Rijal Meninggal Dunia Setelah Insiden di Muktamar NU

H. NM Syaiful Rijal, Ketua DPC PKB Pati, meninggal dunia setelah insiden di Muktamar ke-35 NU. Ia mengalami komplikasi medis yang fatal.

Arief Pramono
Oleh Arief Pramono - Reporter
Gus Rijal Meninggal Dunia Setelah Insiden di Muktamar NU
Gus Rijal saat mendapat perawatan di RSUD Jombang, Jawa Timur. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

H. NM Syaiful Rijal, yang akrab disapa Gus Rijal, telah meninggal dunia di RSUD Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (2/9/2026). Perjalanan hidupnya sebagai ulama, pendidik, dan politisi terhenti setelah mengalami insiden di Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Jombang.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (29/8/2026), ketika Gus Rijal mengalami lonjakan tekanan darah yang mencapai 211. Dalam kondisi tersebut, ia terjatuh di kamar mandi dan ditemukan tidak sadarkan diri. Pendarahan parah pada otaknya memerlukan penanganan medis segera.

Gus Rijal dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan operasi darurat. "Darahnya tinggi, 211. Kemudian beliaunya kepleset di kamar mandi. Waktu itulah tidak sadar. Posisinya memang meninggalnya di Rumah Sakit RSUD Jombang," ungkap Kastomo, Sekretaris DPC PKB Pati, pada Kamis (3/9/2026).

Setelah menjalani perawatan, kondisi Gus Rijal terus memburuk akibat pecahnya pembuluh darah di otaknya. "Almarhum mengalami pecah pembuluh darah. Tadi siang sehabis zuhur, (Gus Rijal) meninggal dunia," kata dr. Pudji Umbaran, Direktur RSUD Jombang.

Kepergian Gus Rijal menutup perjalanan panjangnya sebagai pendidik dan pengasuh pesantren. Ia juga baru saja dipercaya memimpin DPC PKB Pati hingga 2031. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Kabupaten Pati dengan bantuan DPC PKB Jombang yang menyediakan ambulans untuk mengantarkan jenazah menuju rumah duka.

Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menjelaskan bahwa Gus Rijal hadir di arena muktamar sebagai bagian dari rombongan penggembira. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terutama bagi mereka yang mengenalnya sebagai sosok santri modern yang mampu menjembatani nilai-nilai pendidikan Islam dengan dinamika politik praktis.

Kiprah Pendidikan dan Politik

Latar belakang akademik Gus Rijal menjadi salah satu faktor pendukung kiprahnya di dunia pendidikan. Ia menyandang gelar Lc. dan Magister Pendidikan (M.Pd.) dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Unisnu Jepara.

Di lingkungan pesantren, Gus Rijal dikenal sebagai sosok pendidik yang tekun. Ia mendedikasikan dirinya sebagai pengasuh Pondok Pesantren Dirgantara dan menjalankan peran manajerial di Yayasan Salafiyah Kajen, Pati.

Sejak pertengahan 2025, Gus Rijal dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati. Jabatan tersebut semakin mengukuhkan kiprahnya di bidang pendidikan Islam dan pengembangan sumber daya santri.

Akselerasi Politik Gus Rijal

Di tengah kiprahnya sebagai pendidik, Gus Rijal mulai mendapat kepercayaan lebih besar di panggung politik daerah. Langkahnya mencuri perhatian ketika DPP PKB menunjuk Gus Rijal untuk menakhodai DPC PKB Pati periode 2026–2031.

Penunjukan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan politiknya. Gus Rijal berhasil mengungguli sejumlah kandidat kuat dalam bursa internal partai, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra.

Setelah dilantik bersama jajaran pengurus PKB secara serentak di Jakarta pada Juli 2026, Gus Rijal langsung bergerak melakukan konsolidasi internal.

Ia memasang target meningkatkan perolehan kursi PKB di DPRD Pati menjadi sembilan hingga 10 kursi pada Pemilu 2029.

Konsolidasi kader pun segera dilakukan. Salah satunya melalui pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi calon pengurus tingkat kecamatan atau Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKB di wilayah Kabupaten Pati.

Namun, rangkaian langkah tersebut mendadak terhenti ketika Gus Rijal berada di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kedatangannya ke Jombang bukan dalam kapasitas sebagai pengurus atau panitia, melainkan sebagai penggembira Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Tambakberas.

Rekomendasi