Aksi Heroik Petugas Evakuasi Lansia dan Cucunya Terjebak Kebakaran Hutan

Saat ini teridentifikasi 32 titik api atau hotspot dengan total luas lahan mencapai 52 Hektare (Ha) di Sulawesi Barat.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Aksi Heroik Petugas Evakuasi Lansia dan Cucunya Terjebak Kebakaran Hutan
Anggota Satgas Karhutla Mamasa mengevakuasi nenek Martha yang terjebak kebakaran lahan. (Istimewa).

Seorang perempuan lanjut usia bernama Martha (80) berserta cucunya terjebak kebakaran lahan di Dusun Pamumbun, Desa Bubun Batu, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (31/8). Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Mamasa bejibaku mengevakuasi keduanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa Alfredi menjelaskan pihaknya menerima laporan masyarakat adanya kebakaran lahan di Dusun Pamumbun, Desa Bubun Batu, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada pukul 09.00 Wita, Senin (31/8). Atas laporan tersebut, pihaknya bersama tim Satgas Karhutla langsung turun melakukan penanganan.

"Kebakaran lahan saat ini yang terdampak itu adalah lahan masyarakat, lahan pekebun dan juga ada areal penyadapan getah pinus masyarakat yang terdampak," ujarnya kepada wartawan.

 

Anggota Satgas Karhutla Mamasa mengevakuasi nenek Martha yang terjebak kebakaran lahan. (Istimewa).
Anggota Satgas Karhutla Mamasa mengevakuasi nenek Martha yang terjebak kebakaran lahan. (Istimewa).

Saat dilakukan pemadaman, tim Satgas Karhutla Mamasa mendapatkan laporan adanya seorang lansia berserta cucunya yang terjebak. Satu anggota tim Satgas Karhutla Mamasa bernama Farid langsung mengevakuasi nenek Martha.

"Ada satu nenek yang berada dalam rumah yang terkepung asap dan api. Saudara Farid tadi melakukan aksi heroik di tengah kepungan asap, berhasil menggendong nenek itu sampai ke tempat yang lebih aman," kata dia.

 

Anggota Satgas Karhutla Mamasa mengevakuasi nenek Martha yang terjebak kebakaran lahan. (Istimewa).
Anggota Satgas Karhutla Mamasa mengevakuasi nenek Martha yang terjebak kebakaran lahan. (Istimewa).

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat Inspektur Jenderal Adi Deriyan Jayamarta mengatakan saat ini teridentifikasi 32 titik api atau hotspot dengan total luas lahan mencapai 52 Hektare (Ha).

"Data terkini yaitu teridentifikasi 30 hingga 32 titik api (hotspot) dengan total luas lahan terdampak mencapai 52 Ha," ujar.

Banyaknya titik api, Adi mengatakan perlu menyikapi dengan membentukPosko Bencana Terpadu Provinsi yang akan beroperasi 24 jam. Nantinya, posko tersebut akan membawahi posko-posko turunan di tingkat kabupaten guna mempercepat respons.

"Untuk kesiapan, kita menurunkan total 1.464 personel kepolisian yang disebarkan ke seluruh wilayah," tegasnya.

Ia merinci jumlah pasukan yang disiagakan untuk penanganan Karhutla yakni Polda Sulsel 459 personel, Polresta Mamuju sebanyak 230 orang. Selajutnya, Polres Majene 185 personel, Polres Polman 250 personel, Polres Mamasa 110 personel, Polres Pasangkayu sebanyak 150 personel dan Polres Mamuju Tengah sebanyak 80 personel.

"Selain personel, juga kita siapkan saranaprasarana berupa 1 Unit Water Cannon, 1 Mobil Karhutla SAR, 1 Tim Patroli Motor, 1 Unit Device Starlight untuk pengawasan malam, 1 Unit Water Treatment untuk pengolah air dari udara, 1 Unit Dapur Lapangan dan 1 Unit Mobil DVI," urainya.

Meski Kendala medan perbukitan membuat pemadaman saat ini masih banyak dilakukan secara manual. Adi menekankan sangat dibutuhkannya pengadaan alat pemadam portabel agar petugas lebih efektif dan aman bertindak di lokasi sulit dijangkau.

Rekomendasi