Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan tidak ada penyekatan bagi masyarakat yang akan mengikuti Demo 27 Agustus di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Kepolisian menyiapkan pengaturan lalu lintas agar kegiatan warga, baik yang berdemonstrasi maupun yang beraktivitas seperti biasa, tetap berjalan.
Pemerintah menekankan pendekatan pelayanan publik dalam pengamanan aksi. Djamari menyampaikan arahannya usai mengikuti olahraga bersama Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.
"Penyekatan tuh enggak ada ya. Masa penyekatan orang menyampaikan aspirasi disekat, enggak. Enggak ada, silakan datang. Mereka ada yang berangkat perorangan ada, terus bergabung di sini ada," kata Djamari Chaniago.
Menurut Djamari, rekayasa lalu lintas dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap lancar selama aksi berlangsung, tanpa mengurangi hak warga menyampaikan pendapat di muka umum.
"Jangan sampai ada masyarakat kita yang menyampaikan aspirasinya, tapi juga yang tidak menyampaikannya juga harus kita lindungi supaya tetap lancar kebutuhan mereka," jelas Djamari.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pengaturan arus kendaraan akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Advertisement
Tiga Titik Demo 27 Agustus di Jakarta
Polisi memetakan tiga lokasi penyampaian pendapat pada Kamis (27/8/2026): kawasan Gedung DPR/MPR RI; Silang Selatan Monas atau seberang Gedung Danareksa; serta Taman Pandang Silang Monas.
"Sebanyak 80 agenda berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terdiri atas 62 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum dan 18 kegiatan masyarakat lainnya," kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).
Pemetaan lokasi ini dilakukan menyusul banyaknya rencana kegiatan di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada tanggal tersebut.
Advertisement
4.274 Personel Amankan Aksi di DPR
Khusus untuk pengamanan aksi di Gedung DPR/MPR RI, Polda Metro Jaya menyiapkan 4.274 personel untuk memberikan pelayanan dan pengamanan.
Personel lain ditempatkan di berbagai titik guna mendukung pengamanan serta membantu pengaturan arus kendaraan sesuai kebutuhan di lapangan.
Budi menekankan anggota di lapangan mengedepankan komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal penyampaian aspirasi.
"Polri memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan aktivitas publik tetap berjalan aman dan nyaman. Mari bersama-sama menjaga ruang demokrasi dengan tertib, damai, dan saling menghormati," pungkasnya.