Cerita Satpam UIN Sumut Nekat Panjat Tiang Bendera saat Upacara HUT RI

Saat terus memanjat, tiang bendera juga mulai bergoyang. Bayu mempererat pelukannya pada tiang untuk menjaga keseimbangan.

Uga Andriansyah
Oleh Uga Andriansyah - Reporter
Cerita Satpam UIN Sumut Nekat Panjat Tiang Bendera saat Upacara HUT RI
Viral Aksi Satpam UIN Sumut Panjat Tiang karena Tali Bendera Menyangkut saat Upacara

Aksi spontan Bayu Andrian, seorang petugas keamanan Universitas Islam Negeri Sumatra Utara (UIN Sumut) mendadak viral setelah memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8).

Bayu memanjat tiang bendera setelah tali yang digunakan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) terlepas dari sambungannya saat hendak mengibarkan Sang Merah Putih. Tanpa menunggu lama, dia berlari menuju tiang bendera, melepas sepatu, dan menyerahkan telepon selulernya sebelum mulai memanjat.

“Saya melihat Paskibra mau memasang bendera. Saat ditarik oleh dua personel Paskibra, penghubung antara kedua tali tersebut terlepas,” kata Bayu kepada merdeka.com, Selasa (18/8).

Saat itu Bayu yang sedang berjaga di luar lapangan langsung berlari mendekati tiang bendera. Jaraknya dari lokasi penjagaan menuju tiang disebut cukup jauh.

“Saya pun lari mendekati lapangan, membuka sepatu. Lalu, melempar ponsel pintar saya di dekat lapangan dan langsung memanjat tiang bendera,” ujarnya.

Bayu mengaku awalnya tidak mengalami kendala saat memanjat. Namun, ketika mencapai bagian tengah tiang, kakinya mulai gemetar. Kondisi itu terjadi karena tiang bendera cukup tinggi dan baru saja dicat sehingga permukaannya licin.

Saat terus memanjat, tiang bendera juga mulai bergoyang. Bayu kemudian mempererat pelukannya pada tiang untuk menjaga keseimbangan hingga akhirnya berhasil mencapai bagian ujung tiang tempat sambungan tali berada.

“Pas sudah di tengah tiang, kaki saya gemetar karena tiang bendera tinggi dan baru saja dicat. Saat saya melanjutkan memanjat, tiang benderanya mulai goyang. Saya langsung mempererat pelukan ke tiang karena sudah dekat dengan penyambung tali di ujung tiang,” tuturnya.

Setelah berhasil meraih sambungan tali, Bayu turun secara perlahan. Dia mengaku beberapa kali hampir merosot saat menuruni tiang. Namun, ia kembali memperkuat pelukannya hingga akhirnya berhasil menginjakkan kaki di lapangan.

Sesampainya di bawah, Bayu langsung menyerahkan tali tersebut kepada anggota Paskibra untuk disambungkan kembali. Setelah tali tersambung, prosesi pengibaran bendera dilanjutkan.

 

'Jangan Sampai Merah Putih Tak Berkibar'

Bayu menegaskan, aksinya tersebut dilakukan secara spontan tanpa memikirkan risiko yang akan dihadapinya.

“Itu murni spontan. Ketika saya lihat tali putus, saya langsung berlari ke tiang bendera. Jarak saya ke tiang bendera lumayan jauh,” ungkapnya.

Menurut Bayu, keberaniannya memanjat tiang bendera bukan semata-mata untuk menyelesaikan gangguan teknis dalam upacara. Ia terdorong oleh keinginannya agar Sang Merah Putih tetap dapat berkibar dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Jangan karena tali putus, bendera Merah Putih tidak berkibar. Dahulu pahlawan kita terdahulu merenggut nyawa untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Aksi Bayu tersebut kemudian menjadi perhatian peserta upacara dan warganet. Keberaniannya memastikan pengibaran Merah Putih tetap berlangsung menjadi momen yang mencuri perhatian dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di UIN Sumut.

Rekomendasi