Polda Metro Jaya memastikan Ibu Kota Jakarta masih aman, damai, dan terkendali. Tidak ada penebalan pengamanan khusus meski memasuki bulan kemerdekaan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut pola pengamanan berjalan seperti biasa. Kepolisian tetap menerima informasi tentang rencana penyampaian pendapat maupun berbagai kegiatan masyarakat setiap hari.
Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri Apel Kebangsaan Jaga Jakarta di Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026)
"Jadi kegiatan ini kegiatan yang setiap hari ada. Jadi bukan terkait tentang penebalan," kata Budi.
Apel Kebangsaan Jaga Jakarta digelar Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta di kawasan Monas. Kegiatan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur.
Secara total, 11 ribu peserta ambil bagian. Komposisinya terdiri dari 500 personel TNI, 500 personel Polri, dan 10 ribu masyarakat dari beragam elemen, antara lain ormas, komunitas ojek online, buruh, OKP Cipayung Plus, satpam, Pokdar Kamtibmas, pelajar, hingga Saka Bhayangkara.
Di hadapan peserta, Budi menekankan ruang berkumpul masyarakat tetap terjaga.
"Kita masih bisa berkumpul hari ini, pagi ini melaksanakan Apel Kebangsaan Jaga Jakarta," ujar Budi.
Menurut Budi, kondisi aman tercermin dari aktivitas warga yang berjalan normal. Masyarakat tetap beribadah, bersekolah, berbelanja, dan menjalankan kegiatan ekonomi sebagaimana biasa.
Advertisement
Tolak Ukur
Budi juga menyoroti situasi lalu lintas. Kepadatan di sejumlah ruas dan simpul arteri disebut menjadi gambaran bahwa mobilitas warga tetap tinggi.
"Jalan-jalan, titik-titik simpul arteri juga terjadi kepadatan dan peningkatan arus lalu lintas. Artinya di situ kita bisa menyimpulkan bahwa Indonesia aman," tegasnya.
Aktivitas lalu lintas yang tetap padat menjadi salah satu indikator bahwa dinamika kehidupan di Jakarta berjalan seperti biasa.
Advertisement
Kolaborasi Warga Diutamakan
Indikator lain yang disampaikan Budi adalah kehadiran pejabat dan tamu negara asing di Jakarta. Ia menyebut sejumlah tamu dari Thailand, Singapura, India, Jerman, dan Belarus datang ke Ibu Kota pada periode ini.
"Makanya pemerintah, pejabat luar negeri hadir di Indonesia khususnya di wilayah Jakarta," katanya.
Budi menegaskan keamanan Ibu Kota bukan hanya tugas TNI-Polri. Peran serta masyarakat dan berbagai komunitas dibutuhkan untuk menjaga ketertiban dan persatuan.
"Tanpa masyarakat, tanpa komunitas, TNI dan Polri tidak bisa bekerja secara parsial. Ini merupakan wujud kebersamaan dalam menjaga persatuan," tandasnya.