Pemerintah Kota Surakarta menerima hasil uji laboratorium terkait kasus dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SD Islam Internasional (SDII) Al Abidin usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari pemeriksaan tersebut, bakteri Escherichia coli (E. coli) ditemukan pada sampel buah semangka.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mengatakan seluruh sampel makanan dan minuman yang diperiksa, termasuk menu MBG serta makanan dari kantin sekolah, telah melalui pengujian laboratorium. Hasilnya, kontaminasi bakteri E. coli hanya ditemukan pada sampel semangka.
"Hasil laboratorium sudah keluar. Dari seluruh variabel yang kami periksa, mulai dari makanan, minuman, lauk-pauk, hingga makanan di kantin, ditemukan bakteri E. coli pada semangka," ujar Respati, Selasa (4/8/2026).
Menurut Respati, hasil pemeriksaan tersebut akan disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bahan evaluasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok menu MBG di sekolah tersebut.
Ia menegaskan keputusan mengenai sanksi, penghentian sementara operasional, maupun langkah lanjutan lainnya sepenuhnya menjadi kewenangan BGN.
"Kami serahkan ke BGN. Nanti sanksinya, penghentian atau evaluasi seperti apa, kami ikut mekanisme yang ada," katanya.
Respati berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola SPPG di Solo agar semakin memperketat standar keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pencucian, pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian makanan.
"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi SPPG lainnya agar lebih berhati-hati sehingga kejadian serupa tidak terulang. Semangat kami adalah mewujudkan Solo Zero Incident SPPG," ujarnya.
Advertisement
108 Siswa Keracunan
Ke depan, Pemkot Solo akan memperkuat pengawasan bersama BGN, Dinas Kesehatan, pihak sekolah, dan pengelola SPPG untuk memastikan pelaksanaan program MBG memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya menimpa 108 siswa SD Islam Internasional Al Abidin pada Selasa (28/7/2026). Para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan demam setelah mengonsumsi makanan.
Menyusul insiden itu, BGN bersama Pemkot Solo menutup sementara dapur SPPG Yayasan Al Abidin sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Penutupan dilakukan karena penyebab pasti masih perlu dipastikan, mengingat sebagian siswa yang mengalami gejala serupa diketahui tidak mengonsumsi menu MBG.