Kolaborasi Unhas Hokkaido University Perkuat Riset Penyakit Periodontal

Fakultas Kedokteran Gigi Unhas dan Hokkaido University berkolaborasi dalam riset penyakit periodontal, meningkatkan pemahaman dan penanganan kondisi gusi serta gigi untuk kesehatan mulut yang lebih baik.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kolaborasi Unhas Hokkaido University Perkuat Riset Penyakit Periodontal
Fakultas Kedokteran Gigi Unhas dan Hokkaido University berkolaborasi dalam riset penyakit periodontal, meningkatkan pemahaman dan penanganan kondisi gusi serta gigi untuk kesehatan mulut yang lebih baik. (AntaraNews)

Makassar, Sulawesi Selatan – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar secara resmi menjalin kolaborasi penting dengan Hokkaido University, Jepang, dalam upaya mengembangkan riset perawatan penyakit periodontal. Inisiatif ini menandai langkah maju dalam penanganan kondisi gusi dan jaringan penyangga gigi yang krusial bagi kesehatan mulut secara keseluruhan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan praktik kedokteran gigi di kedua institusi.

Dekan FKG Unhas, Erni Marlina drg PhD, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan platform strategis untuk pertukaran pengetahuan. Melalui kolaborasi ini, sivitas akademika dan praktisi memiliki kesempatan untuk mengikuti perkembangan riset terbaru serta penerapannya dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Fokus utama adalah pada inovasi dan peningkatan kualitas perawatan bagi pasien.

Prof. Naoki Takahashi DDS dari Department of Periodontology, Graduate School of Dental Medicine, Hokkaido University, menekankan pentingnya pemahaman dasar periodontologi. Menurutnya, aspek ini fundamental dalam pencegahan, diagnosis, dan penatalaksanaan penyakit periodontal. Kolaborasi ini akan memperkuat fondasi ilmiah dalam menghadapi tantangan kesehatan gigi dan mulut.

Mengembangkan Riset dan Pertukaran Pengetahuan dalam Periodontologi

Kolaborasi antara FKG Unhas dan Hokkaido University membuka babak baru dalam pengembangan riset periodontologi. Pertukaran ide dan pengalaman antara para ahli dari kedua universitas diharapkan dapat menghasilkan terobosan dalam metode perawatan dan pencegahan penyakit periodontal. Ini juga menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam penelitian berskala internasional.

Drg. Erni Marlina menegaskan komitmen Unhas untuk terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kedokteran gigi. Dengan adanya kolaborasi ini, standar pendidikan dan praktik klinis dapat ditingkatkan sejalan dengan kemajuan global. Tujuannya adalah menciptakan lulusan yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Prof. Naoki Takahashi menambahkan bahwa kemajuan riset dan teknologi telah memperluas cakupan periodontik. Bidang ini tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit gusi, tetapi juga mengembangkan pendekatan preventif, regeneratif, dan rehabilitatif. Pemanfaatan teknik diagnosis yang presisi, biomaterial inovatif, serta evidence-based dentistry menjadi kunci dalam meningkatkan keberhasilan perawatan.

Pentingnya Kesehatan Periodontal dan Hubungannya dengan Penyakit Sistemik

Periodontologi adalah cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari jaringan penyangga gigi, meliputi gingiva (gusi), ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar. Jaringan-jaringan ini esensial untuk menjaga gigi tetap kokoh pada posisinya. Gangguan pada jaringan tersebut dapat menyebabkan peradangan, kerusakan tulang penyangga, hingga kehilangan gigi jika tidak ditangani secara tepat.

Simposium yang menjadi bagian dari kolaborasi ini juga menyoroti hubungan erat antara kesehatan periodontal dengan penyakit sistemik. Penyakit seperti diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular diketahui memiliki korelasi dengan kondisi kesehatan mulut. Hubungan ini menggarisbawahi bahwa kesehatan rongga mulut merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum seseorang.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dokter gigi di bidang periodonsia menjadi sangat penting. Hal ini bertujuan untuk mendukung layanan kesehatan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interkoneksi ini, dokter gigi dapat memberikan penanganan yang lebih holistik dan efektif, tidak hanya mengatasi masalah gigi dan mulut tetapi juga mempertimbangkan dampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi