Dua mahasiswa Program Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Dedi Mizwar dan Rezky Salsabila, kini tengah mengikuti program bergengsi. Keduanya berpartisipasi dalam Global Basic and Clinical Practice Exchange Program 2026 di Kanazawa University, Jepang. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktik berbasis bukti kepada calon perawat.
Dekan Fakultas Keperawatan Unhas, Prof Dr Elly Lilianty Sjattar, menjelaskan bahwa program ini merupakan wadah pembelajaran internasional yang sangat penting. Tujuannya adalah memperluas wawasan akademik serta memperkuat kompetensi klinis para calon perawat. Hal ini krusial dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.
Pengalaman belajar di lingkungan akademik dan layanan kesehatan internasional dianggap sebagai elemen kunci dalam membentuk lulusan yang adaptif. Mereka diharapkan mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan dinamika pelayanan kesehatan global. Program ini juga membangun kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi lintas profesi.
Advertisement
Advertisement
Memperkaya Kompetensi Klinis dan Wawasan Global
Prof Dr Elly Lilianty Sjattar menekankan pentingnya pengalaman ini bagi pengembangan profesionalisme mahasiswa. Ia menyatakan, "Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi klinis, tetapi juga membangun kemampuan berpikir kritis, kolaborasi lintas profesi, serta sensitivitas terhadap kebutuhan pasien sebagai pusat pelayanan." Pernyataan ini menggarisbawahi fokus program pada pengembangan holistik.
Selama program, mahasiswa Unhas mempelajari secara mendalam bagaimana sistem pelayanan kesehatan Jepang beroperasi. Mereka mengamati integrasi antara penelitian, pendidikan, dan praktik klinik dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Pendekatan ini dinilai sangat efektif dalam menciptakan layanan kesehatan berkualitas tinggi.
Peserta program mendapatkan kesempatan berharga untuk mengunjungi berbagai fasilitas kesehatan terkemuka di Jepang. Kunjungan tersebut meliputi Saiseikai Hospital, Kanazawa University Hospital, dan Hanaume Cancer Support Center. Mereka juga mengunjungi Share Kanazawa serta sejumlah layanan kesehatan komunitas lainnya.
Advertisement
Dari setiap institusi yang dikunjungi, mahasiswa mendalami praktik keperawatan di berbagai bidang spesialisasi. Ini mencakup keperawatan gerontik, pediatrik, maternitas, keperawatan kritis, kesehatan jiwa, hingga hospice. Selain itu, mereka juga mempelajari layanan dialisis dan kemoterapi rawat jalan.
Advertisement
Penerapan Nilai dan Teknologi dalam Pelayanan
Selain memperdalam pengalaman klinis, Dedi Mizwar dan Rezky Salsabila mengamati penerapan konsep pelayanan yang berpusat pada pasien (patient-centered care). Mereka juga mempelajari budaya keselamatan pasien yang sangat ditekankan di Jepang. Aspek-aspek ini menjadi fondasi penting dalam praktik keperawatan modern.
Pemanfaatan teknologi rehabilitasi dalam mendukung proses pemulihan pasien juga menjadi fokus observasi. Pengalaman ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan dibangun melalui perpaduan antara kompetensi ilmiah, inovasi, serta kerja sama yang erat antartenaga kesehatan.
Program ini turut memperkenalkan sistem pendidikan keperawatan di Jepang yang memiliki karakteristik unik. Sistem tersebut menekankan pembelajaran berkelanjutan, pengembangan kompetensi profesional, serta pelayanan kesehatan komunitas yang terintegrasi. Pendekatan ini memastikan perawat selalu relevan dengan perkembangan zaman.
Advertisement
Advertisement
Menggali Budaya dan Profesionalisme Jepang
Di luar aktivitas akademik dan klinis, para peserta juga berkesempatan mempelajari budaya masyarakat Jepang. Mereka mengamati nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ini sangat memengaruhi etos kerja di sektor kesehatan.
Filosofi Omotenashi, yang menekankan ketulusan dalam memberikan pelayanan, juga menjadi bagian dari pembelajaran budaya. Nilai-nilai tersebut merupakan pelengkap penting dalam pembentukan profesionalisme tenaga kesehatan. Pemahaman ini diharapkan dapat diterapkan dalam praktik keperawatan di Indonesia.
Pengalaman menyeluruh ini diharapkan dapat membentuk lulusan Fakultas Keperawatan Unhas menjadi perawat yang tidak hanya kompeten secara klinis. Mereka juga diharapkan memiliki wawasan global dan sensitivitas budaya yang tinggi. Hal ini sejalan dengan visi Unhas untuk mencetak tenaga kesehatan berkualitas dunia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews