Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) secara aktif memperkuat pelayanan publik. Langkah ini merupakan wujud nyata dari implementasi Program Polantas KARIB. Program ini dirancang sebagai arah baru pelayanan kepolisian lalu lintas yang lebih dekat dengan masyarakat.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Fahri Siregar menjelaskan, implementasi Polantas KARIB di Kalsel telah diwujudkan melalui berbagai program. Salah satunya adalah peningkatan kehadiran personel di lingkungan sekolah dan kampus. Kehadiran ini bertujuan untuk membantu pengaturan lalu lintas dan penyeberangan pelajar.
Selain itu, personel juga aktif memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas kepada para pelajar dan civitas akademika. Upaya ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Mengenal Lebih Dekat Polantas KARIB
Polantas KARIB merupakan visi dan misi yang digagas oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo. Program ini menitikberatkan pada penguatan pelayanan, kemitraan, serta kehadiran polisi lalu lintas di tengah-tengah masyarakat. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara aparat dan warga.
Secara definisi, KARIB berarti hubungan yang erat atau bersahabat antara polisi dengan masyarakat. Penamaan ini merefleksikan semangat untuk membangun kedekatan dan kebersamaan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman dan tertib.
Program ini tidak hanya sekadar nama, melainkan sebuah pedoman. Polantas KARIB adalah akronim yang menjadi panduan bagi seluruh personel lalu lintas dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ini memastikan konsistensi dalam pelayanan dan interaksi dengan publik.
Advertisement
Advertisement
Lima Nilai Utama Polantas KARIB
Akronim KARIB sendiri terdiri dari lima nilai utama yang menjadi fondasi dalam setiap tindakan personel lalu lintas. Nilai-nilai tersebut adalah Kemitraan, Aktif, Responsif, Intuitif, dan Berintegritas. Setiap nilai memiliki peran krusial dalam membentuk karakter pelayanan kepolisian.
Melalui nilai Kemitraan, polisi lalu lintas didorong untuk membangun kolaborasi erat. Kolaborasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat dalam menyelesaikan beragam persoalan lalu lintas yang ada. Tujuannya adalah mencapai solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.
Nilai Aktif menuntut personel untuk senantiasa hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sementara itu, Responsif berarti cepat tanggap dalam merespons setiap permasalahan atau kebutuhan di lapangan. Mereka harus peka terhadap kondisi sekitar.
Advertisement
Nilai Intuitif mendorong personel untuk memiliki kepekaan terhadap kondisi di lapangan. Mereka diharapkan mampu mengantisipasi potensi masalah sebelum terjadi. Terakhir, nilai Berintegritas menekankan pentingnya menjunjung tinggi kejujuran dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
Advertisement
Implementasi Nyata Ditlantas Polda Kalsel
Ditlantas Polda Kalsel telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan Polantas KARIB. Salah satu wujud nyatanya adalah dengan meningkatkan kehadiran personel di lingkungan sekolah dan kampus di Banjarbaru. Ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi pelajar dan mahasiswa.
Kehadiran personel tidak hanya sebatas pengaturan lalu lintas, tetapi juga membantu penyeberangan pelajar di area rawan. Selain itu, edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas menjadi agenda rutin. Ini dilakukan untuk menanamkan kesadaran sejak dini.
Selain memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat, Ditlantas Polda Kalsel juga terus berinovasi. Mereka mendorong modernisasi melalui transformasi sistem digital. Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas.
Advertisement
Kombes Pol Fahri Siregar berharap, dengan kehadiran polisi lalu lintas yang lebih dekat dan bersahabat, kepercayaan publik akan semakin terbangun. Peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas juga diharapkan dapat tercapai. Ini akan menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman dan tertib bagi semua.
Sumber: AntaraNews