Operasi pencarian terhadap nahkoda speedboat yang hilang kontak di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, memasuki hari ketiga pada Minggu (26/7). Tim SAR gabungan masih memfokuskan upaya untuk menemukan satu korban yang belum ditemukan.
Korban yang masih dalam pencarian adalah Ferdiansyah (29), yang merupakan nahkoda speedboat tersebut. Sebelumnya, 12 korban lain berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu (25/7).
Pencarian ini melibatkan berbagai unsur SAR namun terkendala oleh kondisi cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Penemuan Korban Selamat dan Kronologi Awal
Pada Sabtu (25/7), tim gabungan berhasil menemukan 12 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Para korban ditemukan oleh Tim SAR Unit 3 menggunakan speedboat milik salah satu resort di Tojo Una-Una setelah menyisir jalur pelayaran.
Setelah ditemukan, para korban dievakuasi kembali ke resort untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, sang nahkoda, Ferdiansyah, belum berhasil ditemukan dalam operasi tersebut.
Kejadian ini bermula ketika speedboat yang membawa belasan penumpang tersebut hilang kontak di perairan Teluk Tomini. Laporan hilangnya speedboat memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.
Advertisement
Advertisement
Strategi dan Pengerahan Tim SAR Gabungan
Dalam operasi pencarian hari ketiga ini, Tim SAR gabungan mengerahkan tiga unit SAR untuk memperluas cakupan area. Unit 1 bergerak menggunakan perahu penyelamat dari kawasan Pantai Pohon Cinta, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Unit 2 menggunakan Kapal Negara SAR Bisma. Tim ini bertolak menuju Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, untuk menjemput Warga Negara Asing (WNA) yang selamat.
Selanjutnya, Unit 2 Kapal Negara SAR Bisma akan bertolak ke Pelabuhan Ampana sambil menyisir rute pelayaran. Unit 3 menggunakan speedboat milik resort setempat untuk menyisir area seluas 206 mil laut persegi.
Advertisement
Operasi kemanusiaan ini melibatkan personel lintas unsur seperti Pos SAR Marisa, Kapal Negara SAR Bisma, Polairud Polda Gorontalo, Polres Pohuwato, Pos Lanal Marisa, dan tim dari salah satu resort di Kabupaten Tojo Una-Una.
Advertisement
Tantangan Cuaca dan Komitmen Basarnas
Upaya pencarian hari ini menghadapi kendala signifikan berupa cuaca buruk di perairan Teluk Tomini. Gelombang air laut dilaporkan mencapai ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter.
Selain itu, hembusan angin kencang dengan kecepatan 15 sampai 20 knot juga turut mempersulit pergerakan tim di lapangan. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra dari seluruh personel SAR.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Heriyanto, menegaskan bahwa seluruh tim terus mengoptimalkan pencarian dengan memperluas area penyisiran, sambil tetap mengutamakan keselamatan personel.
Advertisement
Heriyanto juga menekankan bahwa seluruh operasi Basarnas bersifat gratis dan tidak membebankan biaya kepada pihak manapun, terutama korban maupun keluarga korban. "Fokus kami menemukan Ferdiansyah dengan selamat, dan perkembangan situasi akan terus kami informasikan secara terbuka kepada publik," imbuhnya.
Sumber: AntaraNews