Sebanyak 415 desa di Provinsi Banten berpotensi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, ratusan desa tersebut tersebar di 105 kecamatan.
"Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan, terdapat sekitar 105 kecamatan atau 415 desa dan kelurahan yang berpotensi terdampak kekeringan di Provinsi Banten," ujar Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, Rabu (29/7/2026).
Pemerintah Provinsi Banten memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang. Kondisi tersebut membuat penanganan dampak kekeringan membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak.
Untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, distribusi air bersih menggunakan mobil tangki masih dilakukan. Namun, pemerintah juga menyiapkan langkah jangka panjang agar masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh akses air bersih saat musim kemarau.
"Pemprov Banten sedang melakukan kajian teknis mengukur kedalaman sumber air yang bisa dioptimalkan untuk kepentingan bersama. Termasuk melibatkan pemerintah daerah setempat yang membutuhkan," ujar Gubernur Banten, Andra Soni, Rabu (29/7/2026).
Advertisement
Petugas Diterjunkan
Di sisi lain, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Banten telah menerjunkan petugas ke sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Mereka bertugas mencari sumber air yang nantinya akan dimanfaatkan melalui pembangunan sumur bor.
Setelah sumber air ditemukan, pemerintah akan melakukan pemasangan mesin, pembangunan tempat penampungan, hingga jaringan distribusi air bersih. Sumur bor tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mandi, hingga pengairan lahan pertanian.
"Setelah kajian teknisnya keluar, baru kita akan menyerahkannya ke Dinas PUPR untuk pekerjaan teknis fisiknya," jelas Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ari James Faraddy.