Dishub DKI Luncurkan Call Center Derek Gratis untuk Truk Mogok

Dishub DKI menyiapkan call center derek gratis bagi truk bertonase besar yang mogok untuk mengurai macet di jalur logistik Jakarta. Ini penjelasannya.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Dishub DKI Luncurkan Call Center Derek Gratis untuk Truk Mogok
Mobil dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta menderek mobil yang parkir di bahu jalan di kawasan Jatinegara, Jakarta, Senin (2/10). Razia ini juga bertujuan untuk memberi efek jera pengendara yang memarkir sembarangan. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan layanan call center derek gratis untuk kendaraan, khususnya truk bertonase besar yang mogok di jalan. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat penanganan hambatan lalu lintas pada koridor logistik ibu kota.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, layanan disiapkan usai pembahasan bersama Kementerian Perhubungan terkait kemacetan di jalur Cakung-Cilincing. Ia memaparkan rencana tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta.

"Tadi kami baru saja juga rapat dengan Kemenhub terkait kemacetan di jalur Cakung-Cilincing, di mana salah satu juga yang menyebabkan kemacetan itu adalah karena adanya truk dengan tonase yang besar yang mogok," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Call Center Derek Gratis Mulai 9 Agustus

Layanan call center derek gratis dijadwalkan mulai beroperasi pada 9 Agustus 2026. Program ini diharap mempercepat penanganan kendaraan mogok yang selama ini kerap memicu kemacetan, terutama di jalur logistik.

"Namun baru di-launching pada tanggal 9 Agustus dan mereka mencatat tuh dan itu akan dilakukan secara gratis untuk penderekan. Karena ini juga sangat bermanfaat untuk penderekan-penderekan mobil truk dengan tonase besar," ungkap Budi.

Fokus layanan mencakup kendaraan logistik bertonase besar yang sering melintas di koridor seperti Cakung-Cilincing. Melalui call center, proses respons diharapkan lebih cepat dan terkoordinasi.

Armada Berat Masih Terbatas, Usulan Penambahan

Budi mengakui saat ini Dishub DKI menghadapi keterbatasan armada. Instansinya hanya memiliki satu unit mobil derek berkapasitas 40 ton yang ditempatkan di Jakarta Utara, sementara jalur yang dilalui kendaraan bertonase besar juga berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Karena itu, Dishub DKI mengusulkan penambahan armada derek berkapasitas besar agar jangkauan layanan semakin luas dan penanganan kendaraan mogok dapat dilakukan lebih cepat.

"Tentunya ya memang sangat perlu untuk tonase-tonase yang memang di atas 40. Karena kalau udah satu mogok di depan situ, itu udah pasti macetnya akan panjang sekali karena itu luar biasa," ucap Budi.
Rekomendasi