Nanik S Deyang telah resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menjabat selama kurang lebih 1,5 bulan. Langkah ini diambil akibat kebutuhan untuk menjalani perawatan medis terkait penyakit jantung di luar negeri.
Informasi mengenai kondisi kesehatan Nanik S. Deyang sudah diketahui publik beberapa hari sebelumnya. Saat BGN menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR pada hari Jumat, 17 Juli 2026, Nanik tidak dapat hadir karena sakit dan diwakili oleh Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Putih Sari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari BGN yang mengonfirmasi penunjukan Agustina Arumsari sebagai wakil Nanik dalam rapat tersebut.
"Memang ada surat dari Badan Gizi Nasional terkait dengan penunjukkan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional untuk bisa mewakili Kepala Badan Gizi Nasional. Suratnya sudah diterima oleh Komisi IX per hari kemarin ya," ungkapnya.
Putih Sari juga menambahkan, "Jadi disampaikan bahwa Kepala Badan berhalangan hadir karena dalam kondisi tidak sehat. Jadi hari ini diwakilkan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional."
Advertisement
Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala BGN.
Sebelumnya, Nanik S Deyang yang menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengundurkan diri dari posisinya. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Nanik menyatakan bahwa ia telah berpamitan dengan Presiden Prabowo sebelum keberangkatannya pada hari ini, 22 Juli 2026.
Dalam akun Facebook pribadinya, Nanik mengunggah pesan pamitan yang menjelaskan situasinya. Kabar mengenai pengunduran diri ini juga telah dikonfirmasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan.
"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya," ungkap Nanik.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo atas pengunduran dirinya yang terjadi setelah menjabat selama 1,5 bulan. Meskipun demikian, Prabowo tetap meminta Nanik untuk tetap terlibat dalam pengawasan BGN. Rencananya, Nanik akan diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas.
"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," jelas Nanik.
Lebih jauh, Nanik berkomitmen untuk terus berjuang dan mendukung Prabowo dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak di Indonesia melalui program MBG. Ia mengajak semua pihak untuk turut mendukung MBG demi kebaikan anak-anak dan perekonomian di daerah.
"Mari kita dukung program MBG, Bismillah ini akan membawa kebaikan untuk anak-anak Indonesia dan juga perekonomian di daerah," tutup Nanik.