Suasana di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta terpantau kondusif usai Nanik S Deyang menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 11.45 WIB, sejumlah petugas keamanan berjaga di pintu masuk dan keluar kantor. Sistem pengamanan tetap diberlakukan sebagaimana aktivitas perkantoran pada hari kerja biasa.
Akses ke area kantor juga masih dibatasi. Hanya pegawai yang dapat keluar-masuk lingkungan kantor, sementara awak media menunggu di luar area gedung.
Di dalam kompleks kantor terlihat beberapa karangan bunga. Namun, isi ucapan pada papan bunga tersebut belum dapat dipastikan karena berada di area yang tidak dapat diakses publik.
Sebelumnya, Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala BGN melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengaku telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto karena akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Nanik mengatakan Presiden menyetujui pengunduran dirinya, tetapi memintanya tetap ikut mengawasi jalannya BGN. Ia menyebut ada kemungkinan dirinya akan dipercaya memimpin Dewan Pengawas BGN apabila lembaga tersebut dibentuk.
Nanik juga menegaskan tetap mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia dan bukan untuk kepentingan politik.
Sebelum mundur, Nanik mengklaim telah melakukan sejumlah pembenahan di tubuh BGN, di antaranya merombak lima pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga serta membentuk 11 tim untuk menjalankan reformasi kelembagaan.
Tim-tim tersebut, kata Nanik, akan fokus mengevaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat MBG, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga pelaksanaan program di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).