Catatan Dirgayuza Soal Mundurnya Nanik S Deyang

Nanik S Deyang mundur dari Kepala BGN setelah 45 hari. Dirgayuza Setiawan menulis catatan tentang alasan, dampak MBG, dan langkah pembenahan yang dijalankan.

Pebrianto Eko Wicaksono
Catatan Dirgayuza Soal Mundurnya Nanik S Deyang
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN. Foto: Facebook Nanik S Deyang.

Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah menjabat sekitar 45 hari. Dalam catatannya, Asisten Khusus Presiden Dirgayuza Setiawan menyebut Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menjalani pengobatan jantung dan resmi mundur pada Selasa, 22 Juli 2026.

Dirgayuza yang mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014 menilai ada satu hal yang konsisten dari sosoknya: tidak tinggal diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan. Hal itu ia tuangkan dalam rangkaian refleksi usai pengunduran diri Nanik.

Catatan tersebut juga menyinggung langkah-langkah yang sudah dijalankan Nanik di BGN, termasuk temuan dan pembenahan internal, serta pengamatan terhadap dampak MBG terhadap pelaku usaha pangan di akar rumput.

Dikenal Sejak 2014, Aksi Sosial yang Diingat

Dirgayuza menyebut keterlibatannya mengenal Nanik sudah berlangsung sejak jelang Pemilu 2014. Di mata Dirgayuza, komitmen Nanik pada isu-isu sosial menjadi ciri yang tidak berubah dari waktu ke waktu.

"Bu Nanik adalah sosok yang mengungkap kasus BMI Wilfrida Soik kepada Pak Prabowo, hingga kemudian Wilfrida dibela dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Bu Nanik pula yang mengusulkan program becak listrik untuk para pengayuh becak lanjut usia," kata Dirgayuza, Rabu (22/7/2026).

Menurut Dirgayuza, meski tidak lagi menjabat Kepala BGN, Presiden meminta Nanik tetap mengawasi pelaksanaan program di lembaga tersebut.

"Bu Nanik sendiri bergurau, ia tidak sabar untuk kembali bisa 'mencereweti' dan 'menjewer' jika ada yang menyimpang. Begitulah Bu Nanik. Bahkan ketika sedang sakit, yang dipikirkannya tetap pekerjaan, presiden, rakyat, dan anak-anak Indonesia," tutupnya.

Dampak MBG Saat Libur Sekolah Tiga Minggu

Selama memimpin BGN, Nanik disebut melihat langsung bagaimana MBG menggerakkan perekonomian rakyat. Ketika program berhenti selama tiga minggu masa libur sekolah, keluhan datang dari hulu ke hilir rantai pasok pangan.

Dirgayuza menulis, petani dan peternak mengeluhkan hasil produksi yang tidak terserap. Di tingkat ritel, pedagang pasar terpaksa membuang sayur dan buah karena kehilangan pembeli saat program jeda sementara.

"Dari sana terlihat bahwa satu porsi MBG bukan hanya mengisi perut seorang anak. Di belakang MBG ada penghasilan petani, peternak, nelayan, pedagang, koperasi, UMKM, dan keluarga-keluarga Indonesia," tutur Dirgayuza.

Audit Internal BGN: Klasifikasi 3.000 Dapur hingga 414 SPPG

Dalam kurun sekitar satu setengah bulan memimpin, Nanik disebut membongkar sejumlah persoalan sekaligus meletakkan fondasi perbaikan. Salah satunya, sebanyak 3.000 dapur telah diberikan klasifikasi A, B, dan C berdasarkan standar kualitas serta keamanan pangan.

Ekspansi dapur baru di wilayah yang sudah padat juga dihentikan sementara, dengan pengecualian untuk kawasan 3T. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat mutu layanan dan tata kelola sebelum melakukan perluasan.

Adapun BGN mengevaluasi hampir 28.000 SPPG yang telah beroperasi. Dari penelusuran itu, ditemukan 414 SPPG yang belum beroperasi tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda.

"Ratusan miliar rupiah dikembalikan ke kas negara," tegasnya.

Rekomendasi